trending

Hari Pertama Lebaran Jumlah Pemudik Masih Terpantau Tinggi

Selasa, 3 Mei 2022 | 20:24 WIB

Kabar BUMN -  PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek pada hari pertama Lebaran, 2 Mei 2022, masih terpantau tinggi. Sebanyak 179.083 kendaraan atau naik 34,3% jika dibandingkan lalu lintas normal periode November 2021 dengan total 133.308 kendaraan.

Jasa Marga mencatat, jumlah kendaraan tersebut meninggalkan jabotabek melalui empat Gerbang Tol Utama, yaitu GT Cikupa (arah Merak), GT Ciawi (arah Puncak), dan GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama (arah Trans Jawa dan Bandung).

Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru menjelaskan, lalu lintas yang menuju arah Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama mencapai 70.294 kendaraan, naik hingga 145% terhadap lalu lintas normal.

Selain itu, kenaikan yang signifikan juga dilihat melalui lalu lintas ke Bandung dari GT Kalihurip Utama yaitu sebanyak 37.954 kendaraan, naik 41,4% diandingkan dengan lalu lintas normal. Sementara itu, untuk yang ke arah Puncak mencapai 38.742 kendaraan, naik 24,7% dibandingkan dengan lalu lintas normal.

“Sementara itu, untuk yang ke arah Merak melalui GT Cikupa sebanyak 32.093 kendaraan, turun 31,3% dari lalu lintas normal. Jumlah kendaraan yang masuk ke Jabotabek pada hari pertama Lebaran 2022 dan secara tren masih menurun jika dibandingkan dengan lalu lintas normal,” terang Heru.

Lebih lanjut, Heru menambahkan, kendaraan yang masuk ke Jabotabek pada periode yang sama, Jasa Marga mencatat menurun dibandingkan dengan periode normal. Secara total, pada H1 Lebaran 2022, sebanyak 93.818 kendaraan, turun hingga 31,9% dari periode normal. Jumlah ini juga merupakan kumulatif dari empat gerbang tol utama di arah timur, barat dan selatan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang saat ini tengah berada di kampung halaman untuk mengatur waktu perjalanan kembali ke Jabotabek. Jika semua orang merencanakan pulang di akhir libur panjang, seperti tanggal 6, 7 dan 8 Mei 2022, maka peningkatan lalu lintas serentak secara bersama-sama,” tutur Heru.

Hal itu untuk menganTisipasi terjadinya kepadatan atau kemacetan lalu lintas mengingat periode arus balik memiliki jumlah hari yang cukup pendek atau singkat dibandingkan dengan arus mudik. Pemudik juga diimbau untuk selalu berhati-hati dalam berkendara, patuhi rambu-rambu dan ikuti arahan petugas di lapangan, serta memantau kondisi lalu lintas melalui CCTV real time di jalan tol melalui aplikasi Travoy.

Terkini