Kabar BUMN - PT Jasa Marga Related Business (JMRB) selaku anak usaha PT Jasa Marga (Persero) sebagai pengelola Rest Area Travoy, bersama dengan mitra pengelola rest area lainnya di ruas jalan tol Jasa Marga Group, meningkatkan sejumlah pelayanan operasional di rest area demi kelancaran arus balik Lebaran 2022.
Peningkatan operasional tersebut dilakukan berdasarkan hasil evaluasi pada arus mudik Lebaran. Herlina Puspitaningtyas selaku General Manager Perencanaan dan Pengendalian Operasional PT JMRB Meta menjelaskan, peningkatan pelayanan pada arus balik ini di antaranya, dengan menambah petugas rest area untuk membantu menunjukkan arah kepada pengunjung serta untuk memastikan ketersediaan parkir dan menertibkan kendaraan di area parkir.
“Pada hasil evaluasi saat arus mudik kemarin, masih banyak pengunjung yang kebingungan ketika mencari fasilitas rest area, salah satunya adalah toilet. Oleh karena itu, kami menambah petugas rest area sebagai penunjuk arah bagi yang hendak menuju fasilitas tertentu. Meski begitu, kami pun telah menempatkan petunjuk arah yang jelas di titik-titik strategis," jelas Meta.
Selain itu, Meta juga menjelaskan, PT JMRB akan mengubah fungsi toilet pria ke wanita jika terjadi penumpukan di toilet wanita. Menurutnya, selama arus mudik Lebaran kemarin, antrean cenderung terjadi di toilet wanita. Maka, beberapa toilet pria akan dialihfungsikan menjadi toilet wanita secara situasional untuk meminimalisir antrean di toilet.
Lebih lanjut Meta menuturkan, PT JMRB telah berkoordinasi dengan PT Pertamina (Persero) untuk membatasi pembelian BBM. Hal ini dilakukan guna mengurangi antrean di SPBU yang dapat berdampak pada kepadatan di rest area. Namun, jika hal tersebut masih belum berdampak, petugas rest area akan mengarahkan pengguna jalan untuk melakukan pengisian BBM di rest area selanjutnya atau alternatif lain yaitu di jalan arteri.
Meta juga menjelaskan, peningkatan pelayanan operasional lainnya adalah dengan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian, Mitra Pengelola Rest Area, dan Representative Office Jasa Marga untuk melakukan rekayasa buka-tutup jika rest area mengalami kepadatan atau terjadi antrean hingga main road.
“Penambahan sejumlah layanan operasional ini diharapkan dapat berjalan dengan lancar, aman, dan nyaman. Sehingga, para pengguna jalan tol dapat kembali ke kota masing-masing dengan selamat,” tutup Meta.