trending

Pertamina Gandeng ExxonMobil Kaji Penerapan Teknologi CCUS

Sabtu, 14 Mei 2022 | 19:18 WIB

Kabar BUMN -  Pertamina menggandeng perusahaan energi dunia, ExxonMobil untuk mengkaji penerapan teknologi Carbon Capture & Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization & Storage (CCUS) di tiga wilayah lapangan migas. Pengkajian tersebut dilakukan di tiga wilayah meliputi Sumatera Selatan, Kalimantan Timur dan Jawa Barat.

Kerja sama antara Pertamina dengan ExxonMobil sebagai upaya Pertamina untuk terus mengembangkan bisnisnya ke kancah Go Global. Kesepakatan ini diwujudkan melalui Joint Study Agreement (JSA) sebagai tindak lanjut dari MoU yang ditandatangani kedua belah pihak pada COP 26 tahun lalu di Glasgow.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, dan President of ExxonMobil Indonesia, Irtiza H. Sayyed. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Rosan Roeslani turut menyaksikan penandatanganan ini.

Kesepakatan kerja sama Pertamina-ExxonMobil ini akan berlangsung salama 2 tahun. Dalam kerja sama ini, juga memungkinkan untuk membangun penyimpanan Pusat CCS/CCUS regional, menemukan area pemulihan minyak dan gas yang ditingkatkan dan pembangkit hidrogen biru.

Luhut mengatakan, kerja sama antara Pertamina-ExxonMobil merupakan jawaban yang sangat sederhana bagi beberapa negara maju yang ragu melihat negara berkembang seperti Indonesia, dalam  membuat kebijakan terkait dengan masalah tentang perubahan iklim. Selain itu, pemerintah juga akan mendukung Pertamina dan ExxonMobil melakukan investasi dengan menyiapkan segala hal  yang dibutuhkan.

“Penerapan teknologi Carbon Capture & Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization & Storage (CCUS) menjadi inisiatif penting menurunkan emisi sekaligus sebagai solusi untuk penerapan teknologi Enhance Oil/Gas Recovery (EOR/EGR) untuk meningkatkan produksi migas. Penerapan ini diharapkan dapat menurunkan gas rumah kaca di atmosfer, pemanasan global, perubahan iklim, pengasaman laut, dan hilangnya keanekaragaman hayati,” terang Nicke.

Pada kesempatan yang sama, President of ExxonMobil Low Carbon Solutions, Joe Blommaert menegaskan, "Ini adalah langkah maju lainnya bagi kedua perusahaan dan menempatkan Indonesia menjadi CCS Hub potensial untuk Asia Tenggara dan memainkan peran utama dalam mendukung pengurangan emisi dari sektor yang sulit untuk menghilangkan karbon," ujarnya.

Terkini