trending

LRT Jabodebek Siap Beroperasi, Pembayaran Dilakukan Cashless

Jumat, 3 Juni 2022 | 23:53 WIB

Kabar BUMN -  LRT Jabodebek ditargetkan akan soft launching pada 17 Agustus 2022 dan akan segera beroperasi untuk umum. LRT Jabodebek akan menerapkan sistem pembayaran yang memudahkan pelanggan yaitu cashless.

Pembayaran ini guna mendukung Gerakan Nasional Non Tunai. Untuk dapat naik LRT Jabodebek, pelanggan dapat menggunakan Kartu Uang Elektronik Transportasi, Kartu Uang Elektronik Perbankan, dan berbagai jenis Dompet Digital.

Joni Martinus selaku VP Public Relations PT Kereta Api Indonesia menjelaskan bahwa moda transportasi yang nantinya akan dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia ini akan melakukan integrasi ticketing system secara menyeluruh dengan cashless.

Saat ini, Kartu Uang Elektronik Transportasi yang akan diterapkan yakni Kartu Multi Trip (KMT) milik KAI Commuter. KMT dapat digunakan untuk naik angkutan KA seperti KRL Jabodetabek, KRL Yogyakarta-Solo, dan KA Bandara Soekarno-Hatta. Sejak akhir 2021 pula, KMT juga sudah dapat digunakan untuk MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan Bus Transjakarta.

Adapun menurut Joni, bagi pelanggan yang ingin naik LRT Jabodebek dengan menggunakan kartu uang elektronik maka alur pembayarannya sebagai berikut pelanggan dapat tap in terlebih dahulu di stasiun keberangkatan untuk cek validasi kartu serta saldo. Setelah itu, menuliskan area data perjalanan (waktu, gate id, stasiun id). Saat pelanggan sudah tiba di stasiun tujuan, dapat melakukan tap out dan saldo kartu uang elektroniknya otomatis akan terpotong.

Sedangkan jika pelanggan membayar dengan menggunakan dompet digital, maka dapat melakukan tap in untuk cek validasi QR pembayaran, cek saldo, potong saldo untuk tarif terjauh, dan tulis area data perjalanan (waktu, gate id, stasiun id). Setibanya di stasiun tujuan, pelanggan melakukan tap out untuk membaca QR dan saldo akan dikembalikan jika terdapat selisih.

Menurut Joni, penggunaan uang elektronik atau dompet digital ini memiliki keunggulan yaitu lebih praktis, aman, dan dapat digunakan untuk berbagai fungsi. Sehingga nantinya pelanggan LRT Jabodebek memiliki banyak pilihan untuk melakukan pembayaran tiket.

Layanan tapping pada LRT Jabodebek, KAI telah memasang 14 gate tipe Turnstile dan 2 gate tipe Wide untuk pelanggan disabilitas di masing-masing stasiun. Khusus pada Stasiun Halim, KAI menggunakan gate tipe Flap untuk memudahkan pelanggan yang akan/telah menggunakan pesawat. Adapun untuk pengisian saldo kartu uang elektronik, KAI memasang 2 unit ticket vending machine di setiap stasiun. KAI juga menyediakan 2 unit point of sales yang digunakan oleh petugas loket untuk penjualan kartu uang elektronik.

Selain itu, layanan ticketing system LRT Jabodebek menggunakan sistem ticketing Automatic Fare Collection (AFC). Sistem ticketing AFC yaitu sistem ticketing otomatis yang dihitung berdasarkan sekelompok komponen sensor yang terintegrasi. Melalui sistem AFC ini, seluruh layanan tiket dapat diakomodasi seperti penjualan, pelayanan tiket bermasalah, pembatalan, penalti, dan penambahan trayek.

Lebih lanjut Joni menerangkan bahwa layanan pada LRT Jabodebek disesuaikan dengan kemajuan zaman saat ini, menurutnya, sitausi di mana digitalisasi adalah satu hal yang wajib. “Kami berharap, pelanggan akan mendapatkan kemudahan bertransaksi serta pengalaman bertransportasi umum yang menyenangkan,” jelas Joni.

Sekadar informasi, LRT Jabodebek mencapai progres yang baik, sampai dengan Mei 2022, tercatat sudah 82,34 persen. LRT Jabodebek ini nantinya akan beroperasi di 18 stasiun yaitu Stasiun Dukuh Atas, Setiabudi, Rasuna Said, Kuningan, Pancoran, Cikoko, Ciliwung, Cawang, TMII, Kampung Rambutan, Ciracas, Harjamukti, Halim, Jatibening Baru, Cikunir I, Cikunir II, Bekasi Barat, dan Jatimulya.

Terkini