trending

Asuransi vs Investasi, Mana Yang Lebih Penting?

Selasa, 7 Juni 2022 | 08:59 WIB

Kabar BUMN -  Investasi maupun asuransi sangat penting demi mempersiapkan masa depan yang lebih matang. Mana yang harus didahulukan, investasi atau asuransi?

Selama masih dalam usia produktif, sudah seharusnya kita melek investasi dan memiliki asuransi. Sayangnya, dana terbatas menyebabkan banyak orang bingung menentukan membeli asuransi atau mulai investasi terlebih dahulu.

Sebenarnya, baik asuransi maupun investasi sama-sama penting dimiliki sejak dini. Asuransi diperlukan sebagai proteksi atau perlindungan dari risiko tidak terduga dan bisa terjadi kapan saja.

Sementara investasi perlu dilakukan untuk mempersiapkan kebutuhan hidup di masa depan, sekaligus “menyelamatkan diri” dari inflasi yang terjadi setiap tahun.

Lantas, mana yang harus didahulukan antara memiliki asuransi atau mulai berinvestasi?

Asuransi atau Investasi Terlebih Dahulu?

Perlu diketahui, asuransi dan investasi merupakan kunci penting untuk mencapai kesejahteraan finansial di masa mendatang. Meski begitu, Anda tetap harus menentukan prioritas yang tepat agar proses mencapai finansial sehat dan stabil berjalan lancar.

Oleh karena itu, sebelum berinvestasi, pastikan memiliki asuransi terlebih dahulu guna mempersiapkan masa depan yang lebih matang. Mengingat, hidup penuh dengan risiko yang tidak bisa diperkirakan.

Hal yang sama diungkapkan oleh Certified Financial Planner, Annisa Steviani, yang dikutip dari Kompas.com mengatakan: sebelum berinvestasi, Anda harus punya asuransi terlebih dahulu. Terlebih lagi, Anda tidak bisa mengetahui risiko yang akan terjadi di masa depan. Baik itu jatuh sakit atau mengalami musibah yang tidak diinginkan.

Jangan sampai, aset investasi yang kita miliki justru habis terpakai untuk meng-cover pengeluaran tidak terduga, seperti membayar biaya rumah sakit, operasi penyakit kritis, maupun berbagai pengeluaran mendadak lainnya. Pasalnya, kondisi tidak terduga tersebut berdampak sangat besar pada keuangan dan tujuan investasi yang telah disiapkan sejak jauh hari.

Ke depan, apabila sudah memiliki asuransi yang bisa meng-cover berbagai risiko, Anda bisa mulai berinvestasi. Hanya saja, pastikan untuk memilih instrumen investasi sesuai kemampuan finansial, tujuan keuangan, dan risiko investasi.

Apabila dana terbatas, Anda cukup menyisihkan minimal 10% untuk mulai berinvestasi. Tidak perlu khawatir, pasalnya saat ini Anda bisa mulai berinvestasi mulai dari Rp100.000 saja. Kalau rutin dilakukan, dana investasi akan terus berkembang. Sehingga, tujuan keuangan tercapai tepat waktu.

Terkini