Kabar BUMN - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kembali meninjau langsung penyerahan bantuan langsung tunai (BLT) pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Peninjauan di Kantor Pos Bandar Lampung dilakukan setelah Jokowi mengunjungi Provinsi Papua dan Provinsi Maluku.
Bantuan BBM ini akan dibagikan serentak di seluruh Indonesia mulai pekan depan. “Sudah mulai dilakukan penyaluran BLT BBM di Lampung dan akan terus berlangsung. Mulai minggu depan akan bergerak di semua kabupaten,” kata Presiden Jokowi.
Presiden optimistis penyaluran BLT BBM kepada 20,65 juta keluarga penerima manfaat (KPM) akan berjalan lancar dan sesuai target. Terlebih pada penyaluran kali ini kembali dilakukan oleh PT Pos Indonesia (Persero) yang telah berpengalaman membagikan bansos sebelumnya. “Saya lihat sistemnya sudah berjalan dengan baik. Tapi memang jumlah yang dibagikan cukup banyak mungkin tidak akan 100 persen benar, pasti ada yang tidak sesuai juga," lanjutnya.
Sebagai perseroan yang dipercaya untuk menyukseskan penyaluran BLT BBM, Tonggo Marbun selaku Direktur Bisnis Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia (Persero) akan semaksimal mungkin mencapai target penyaluran dalam dua minggu. Berbagai penyempurnaan dalam metode penyaluran pun siap dilakukan. “Kami ada pengalaman dan mendapatkan feedback dari masyarakat dan Kementerian Sosial pada penyaluran sebelumnya. Itu menjadi bagian dari penyempurnaan penyaluran,” katanya.
Lebih lanjut Tonggo berharap, penyaluran BLT BBM ini akan tepat waktu dan tepat sasaran sehingga dapat membantu meningkatkan daya beli masyarakat. “Mudah-mudahan apa yang dilakukan oleh PT Pos dapat membantu negara secara khusus, dalam konteks penyaluran bansos tepat sasaran ke seluruh masyarakat,” ucapnya.
Sebelumnya, penyaluran BLT BBM dilakukan di Jayapura, Provinsi Papua, dan Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku. Pemerintah memutuskan untuk menyalurkan bansos tambahan kepada masyarakat untuk meningkatkan daya beli akibat tendensi berbagai macam kenaikan harga di tengah ancaman krisis global, sekaligus mengantisipasi dampak kenaikan harga BBM.
Pemerintah pusat mengalokasikan dana Rp12,4 triliun untuk memberikan bantuan langsung tunai kepada 20,65 juta KPM. BLT BBM akan diberikan selama empat bulan senilai Rp150 ribu per bulan. Tahap awal dibayarkan sekaligus untuk dua bulan sebesar Rp300 ribu.