Kabar BUMN - PT Asuransi Jasa Indonesia atau Asuransi Jasindo ikut membantu pemerintah dalam melakukan penanganan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah Provinsi Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat. Program bantuan ini merupakan bentuk kepedulian perseroan sebagai holding BUMN.
Hal ini diungkapkan oleh Sari Suharso selaku Direktur SDM dan Umum Asuransi Jasindo mengatakan bahwa terlaksananya program ini merupakan bentuk kepedulian Asuransi Jasindo yang tergabung dalam holding asuransi BUMN, Indonesia Financial Group (IFG), dalam penanganan wabah PMK di beberapa wilayah Indonesia.
“Bantuan ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap kondisi yang sedang di alami oleh para peternak sapi, di tengah maraknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku,” tutur Sari.
Lebih lanjut Sari mengatakan, Asuransi Jasindo akan berusaha memberikan dukungan penanganan dalam bentuk bantuan vitamin dan obat-obatan. Penyaluran bantuan untuk penanganan wabah PMK ini dilakukan di beberapa daerah seperti Malang, Lombok Tengah, dan Lombok Timur dalam bentuk vitamin dan obat-obatan.
Kegiatan ini diharapkan dapat membantu peternak dan Dinas setempat dalam mencegah meluasnya PMK yang saat ini sedang marak terjadi, serta dapat membantu dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Bantuan ini diharapkan dapat sejalan dengan program penanganan wabah PMK yang sedang dilakukan Pemerintah, baik pusat maupun daerah dalam menjaga pasokan daging di Indonesia,” ujarnya.
Tercatat, sampai dengan September 2022, Asuransi Jasindo sudah menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang terfokus pada empat pilar, yaitu sosial, ekonomi, lingkungan, serta hukum dan tata kelola.
"Penyaluran bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan akan terus kami lakukan sebagai wujud komitmen perusahaan dalam meningkatkan nilai ekonomi dan dampak sosial untuk Indonesia serta menjalin hubungan yang harmonis antara perusahaan dengan masyarakat luas," tutupnya.