Kabar BUMN - Mengakselerasi penggunaan kendaraan listrik di Indonesia hingga 2 juta unit motor listrik pada 2025.
Sebagai bagian dari upaya percepatan pengembangan ekosistem kendaraan listrik, Indonesia Battery Corporation (IBC) mengambil alih sebagian kepemilikan saham PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi (WIKON) di PT Wika Industri Manufaktur (WIMA). Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian jual beli saham/Sales and Purchase Agreement (SPA) WIMA selaku produsen motor listrik GESITS.
Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama WIKON Dwi Johardian dan Direktur Utama IBC Toto Nugroho, dan disaksikan oleh Wakil Menteri I BUMN Pahala Nugraha Mansury di Jakarta, Rabu (14/12).
Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury mengatakan bahwa sinergi antara IBC dan WIKON merupakan sebuah inisiatif strategis sesuai dengan arahan Menteri BUMN terkait ketahanan energi nasional dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
“Saya benar-benar berharap bagaimana ke depannya bisa mendorong pengembangan EV di Indonesia. Termasuk melakukan beberapa perubahan model bisnis seperti pengembangan bateri swap agar bisa menurunkan biaya overun ownership cost para pemilik. Karena ini mungkin merupakan salah satu kendala utama,” ujar Pahala.
Diharapkan juga akan ada peningkatan supply chain operation, komersialitas, dan kualitas GESITS dengan melakukan berbagai kerja sama strategis termasuk ke produsen komponen kendaraan. TKDN GESITS yang saat ini mencapai 47% juga diharapkan bisa naik menjadi 60% mengingat kapabilitas perakitan baterai kendaraan listrik dalam negeri terintegrasi dengan IBC.
Sinergi IBC dan WIKON diharapkan bisa merealisasi pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia dengan menguasai pangsa pasar di atas 20%.
Direktur Utama IBC Toto Nugroho menyampaikan bahwa proses pengambilalihan saham WIMA merupakan langkah IBC mengakselerasi pembentukan ekosistem kendaraan listrik nasional yang terintegrasi dengan industri baterainya.
Sinergi kedua perusahaan diyakini sebagai perpaduan yang tepat dimana WIKON sebagai perusahaan yang telah lama berkecimpung di industri autoparts serta menjadi produsen dari Motor Listrik GESITS, sementara IBC adalah Holding Industri Baterai Kendaraan Listrik yang didirikan oleh MIND ID, PT Pertamina Power Indonesia, PT PLN (Persero), dan PT Aneka Tambang Tbk.
“Kolaborasi antara WIKON dan IBC dilakukan dengan mendorong GESITS sebagai platform kendaraan motor listrik roda dua yang terintegrasi dengan end to end value chain EV battery dan EV Ecosystem dari hulu ke hilir. Termasuk pemanfaatan jaringan yang telah dimiliki oleh grup BUMN yang menaungi IBC untuk pengembangan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik (charging station maupun battery swapping station). Hal ini sejalan dengan Komitmen Pemerintah untuk mengakselerasi penggunaan kendaraan listrik di Indonesia, yakni 2 juta unit motor listrik di tahun 2025, maka dampak dari penggunaan kendaraan listrik tersebut mengurangi emisi CO2 hingga 8,25 juta ton CO2 per tahun dan potensi pengurangan impor BBM mencapai 7,6 juta barel per tahun,” jelas Toto.
Direktur Utama WIKON Dwi Johardian menambahkan bahwa salah satu kekuatan yang ditawarkan oleh IBC terletak pada ekosistem industri baterai terintegrasi, di mana baterai merupakan komponen utama sebagai sumber energi untuk kendaraan listrik dan ikut berkontribusi signifikan pada komponen biaya kendaraan listrik di pasar. “Kolaborasi WIKON dan IBC merupakan langkah yang tepat bagi pengembangan GESITS sebagai kendaraan motor listrik roda dua karya anak bangsa pertama,” Direktur Utama WIKON Dwi Johardian.
Dengan ekosistem terintegrasi dari hulu ke hilir, Dwi Johardian berharap ke depannya, WIMA dapat menjalankan proses bisnis yang lebih efisien sehingga dapat melahirkan produk unggulan di industri kendaraan listrik dan menunjukan daya saing di sektor kendaraan pada umumnya.
Di sisi lain, Direktur Utama WIMA, M. Samyarto menyambut positif sinergi antara WIKON dan IBC. Hal ini diharapkan dapat mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik roda dua di Indonesia sekaligus mendukung program pemerintah dalam percepatan atas Komitmen dalam mencapai net zero emission di 2060.
"Dengan keterlibatan IBC, kami optimis ke depannya dapat melakukan sinergi dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi, selain itu dengan bergabungnya IBC di WIMA dapat meningkatkan TKDN baterai sebagai komponen utama kendaraan listrik,” jelas Samyarto