Revitalisasi Kawasan Kota Lama Semarang juga merupakan program yang dicanangkan oleh pemerintah sebagai upaya untuk membangun ekosistem atraksi pariwisata di seputar Jogjakarta, Solo, dan Semarang (Joglosemar).
Direktur Utama InJourney, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa InJourney Street Festival ini merupakan event pertama InJourney di kawasan Kota Lama Semarang yang diselenggarakan untuk memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai future outlook Kota Lama Semarang sebagai destinasi pariwisata tempo dulu yang timeless.
“Kita perlu membuka mata masyarakat akan potensi keindahan Kota Lama Semarang. Dengan demikian, nantinya Kota Lama Semarang dapat menjadi tempat legendaris penuh nostalgia dan memberikan inspirasi, cerita serta pengalaman baru yang unik bagi siapapun,” pungkas Dony.
Daya Tarik Kuat
Diakui Dony, Kawasan Kota Lama Semarang memiliki daya tarik luar biasa. Hal ini tak lepas dari penetapan kawasan ini sebagai Kawasan Strategis Sosial dan Budaya yang semakin mengukuhkan Kota Lama Semarang sebagai salah satu pusat atraksi pariwisata terpadu di Jawa Tengah.
“Kota Lama Semarang memiliki keunikan luar biasa dari sisi budaya dan bentuk design bangunannya yang kaya dengan nilai sejarah serta arsitektur bergaya Eropa,” tambah Dony.
Berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Semarang, pengembangan yang Kota Lama Semarang yang sedang dilakukan memiliki kaitan erat dengan upaya untuk menjaga heritage/ warisan budaya yang sangat bernilai dan mengakar kuat di masyarakat. Lebih lanjut, terdapat 37 bangunan merupakan aset milik BUMN di Kawasan Kota Lama Semarang.
“InJourney mengkoordinasi optimalisasi pemanfaatan aset-aset BUMN Kota Lama Semarang sekaligus mengembangkannya untuk meningkatkan traffic kunjungan di sana. Nantinya pengembangan kawasan Kota Lama Semarang akan meliputi pembangunan pusat perbelanjaan, cafe, hotel, restoran dan lainnya yang terintegrasi sehingga menciptakan daya tarik bagi wisatawan,” jelas Dony.
Gandeng Sarinah
Revitalisasi Kawasan Kota Lama Semarang yang akan dilakukan mengusung konsep “HYPE.” Konsep ini akan mengedepankan Heritage dengan memelihara arsitektur dan nilai sejarah penting yang telah ada; Youth Rejuvenation yaitu revitalisasi yang juga tetap mengikuti perkembangan zaman dengan konsep berkelanjutan; Perfect for anyone yaitu menjadi Kota Lama Semarang sebagai pilihan utama untuk berkumpul bersama teman dan keluarga dengan menawarkan ragam fasilitas; dan Entertainment yaitu menawarkan berbagai konsep hiburan yang beragam untuk menciptakan sebuah atmosfer berbeda dan unik.
“Dalam pengembangan Kawasan Kota Lama Semarang, InJourney bersinergi dengan anak perusahaan yang bergerak di bidang ritel, yakni Sarinah.
Selanjutnya, Sarinah akan melakukan penyusunan konsep area komersial termasuk kurasi tenant yang berkualitas yang akan mengisi Kawasan Kota Lama Semarang sesuai dengan tenant mix yang sudah direncanakan,” terang Dony.
Sebagai upaya untuk menjaga kelestarian budaya, Sarinah juga menawarkan berbagai strategi untuk pengelolaan Kawasan Kota Lama Semarang yaitu dengan melakukan peremajaan dengan konsep heritage experience yaitu dengan mengangkat kembali sejarah Kota Lama Semarang menjadi unstoppable memoir.
Salah satunya dengan mengubah lorong-lorong pedestrian akan dikembangkan sehingga lebih instagrammable dan menjadi daya tarik pengunjung.
Lorong-lorong juga akan diberikan tema seperti lorong seni yang akan menampilkan karya dan pertunjukan seni dari seniman berbakat di Indonesia; Cerita Kota Lama yang akan menjadi showcase sejarah kota lama; dan Jalan Kuliner yang akan diisi dengan street food dari UMKM yang menjadi motor penggerak Kota Lama Semarang.