Padahal, lokasi ini memiliki lahan pertanian produktif seluas 40 hektare dengan komoditas utama kacang tanah, padi, dan jagung.
Akibat kondisi ini, hasil panen tidak maksimal dan limbah pertanian tidak termanfaatkan dengan baik, karena sisa panen hanya dibakar.
Oleh karena itu, Pupuk Kaltim berperan membantu masyarakat Babadan memaksimalkan potensi lahan melalui gagasan PKT BISA.
"Program ini dikembangkan sesuai prinsip Environment, Social, dan Governance (ESG) untuk menciptakan manfaat bersama dengan memberikan nilai tambah bagi masyarakat," tambah Sugeng.
Bersama karyawan dalam Employee Volunteering Initiation (Evolution), Pupuk Kaltim meningkatkan pendampingan program PKT BISA bagi petani dan pelaku pertanian di Dusun Babadan.
Kelompok yang didampingi meliputi anggota Kelompok Tani dan Peternak, Pembudidaya Perikanan, Koperasi Lintas Generasi, hingga Kelompok UMKM Babadan dengan lebih dari 100 anggota.
Melalui Evolution bertema "Berbagi Pengetahuan untuk Babadan Makmur, Terampil, dan Mutakhir (BERTABUR ILMU)", Pupuk Kaltim mendorong sinergi antar kelompok secara berkesinambungan.
Hal ini dilakukan demi mewujudkan Babadan sebagai lokasi pertama ekonomi sirkular bidang pertanian terpadu di Kabupaten Magetan. Inisiatif ini memerlukan kolaborasi kuat agar target tercapai optimal.
"Inisiatif ini ditindaklanjuti dengan menggerakkan relawan Evolution dari lintas unit kerja Perusahaan untuk memberikan pendampingan menyeluruh bagi semua unsur yang terlibat dalam program PKT BISA di Babadan," lanjut Sugeng.
Inisiatif Evolution dimulai dengan peresmian rumah kompos dan penanaman pohon di jalan utama Babadan, dilanjutkan dengan diskusi tentang packaging kompos dan uji tanah, penggunaan mesin dan perawatan alat.
Kemudian konsultasi hukum, pembuatan konten promosi, hingga cerita inspiratif dari karyawan Pupuk Kaltim yang memiliki usaha pertanian 'Bara Farm'.
Seluruh anggota kelompok di Dusun Babadan diharapkan semakin termotivasi menerapkan pengetahuan yang didapat.