"Pertumbuhan kontrak meningkat 29,7% dibandingkan dengan audit 2022. Pendapatan holding DEFEND ID naik 28%, laba bersih mengalami lonjakan tajam yaitu meningkat 56% dari tahun 2022."
"Hingga arus kas di kelima entitas semuanya positif, hal ini menunjukkan kinerja yang juga positif," ujarnya di Hutan Kota by Plataran Senayan Jakarta.
"Tahun 2023 juga tiap perusahaan memiliki kegiatan khusus baik itu delivery, atau pembangunan fasilitas produksi," jelas Bobby Rasyidin.
Abraham Mose, sebagai Direktur Utama PT Pindad, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2023, Pindad mencatat peningkatan signifikan dalam perolehan kontrak dan laba.
Peningkatan pendapatan ini didorong oleh produk-produk seperti senjata, munisi, kendaraan khusus, dan kendaraan operasional Maung.
Selain itu, produk-produk alat berat seperti Excava dan alat mesin pertanian (alsintan) juga mengalami peningkatan dalam pembelian oleh instansi pemerintah dan sektor swasta.
Baca Juga: Berwisata di Yogyakarta Makin Mudah dengan Naik Angkutan KSPN DAMRI, Tarifnya Mulai dari Rp11.600
"Dari produk pertahanan, Pindad memproduksi varian SS2V5 dan AM-1."
"Dari sektor munisi, Pindad memiliki kapasitas produksi hingga 400 juta butir/tahun dan Pindad akan menyelesaikan kontrak dari Kementerian Pertahanan, juga kontrak ranops Maung."
Peningkatan pertumbuhan ini tentunya tidak luput dari dukungan pemerintah, Kementerian Pertahanan, dan para stakeholder," tutur Abraham Mose.
Baca Juga: Jadwal Kereta Panoramic Periode Juli 2024, Pesan Tiketnya Sekarang di Aplikasi Access by KAI
Abraham Mose juga menambahkan bahwa ke depannya, PT Pindad akan mengembangkan Harimau Medium Tank dalam versi Armored Personnel Carrier (APC) dan versi Amphibious.
Serta mengembangkan pistol Armo V3 kelas sport dan berbagai produk inovatif lainnya, termasuk peran aktif dalam pengembangan teknologi drone.***