Kabar BUMN — Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM), bagian dari Pelindo Group, telah meluncurkan call center untuk memudahkan pelanggan mengakses layanan jasa maritim yang disediakan oleh perusahaan.
Peluncuran call center number 081153507878 dilakukan pada puncak acara Customer Hearing PT Pelindo Jasa Maritim yang diadakan di Bali, pada tanggal 10 – 12 Juli 2024 lalu.
Hadirnya call center ini merupakan bukti komitmen SPJM sebagai pemimpin dalam jasa kemaritiman yang terintegrasi dan berkelas dunia.
Baca Juga: Jadwal Turnamen AFF U-19 2024 di Surabaya, Tiket Pertandingan Bisa Didapatkan Melalui Livin' Sukha
“Jika ada yang ingin disampaikan baik berupa keluhan maupun saran dari para pengguna jasa, silakan langsung menghubungi kami melalui contact center number 081153507878 ini," kata Sekretaris Perusahaan SPJM, Tubagus Patrick Tribudi Utama Iskandar dalam Gala Dinner, acara Customer Hearing (11/7).
“Tentu tidak semua pelanggan dapat kami hadirkan dalam satu kesempatan, namun kami berharap untuk dapat terus membangun kedekatan dengan para pengguna jasa dan mendengar apa saja kebutuhan mereka terkait layanan perusahaan," lanjutnya.
Call center number 081153507878 diharapkan dapat membantu para pemakai jasa untuk menyampaikan berbagai saran dan masukan untuk layanan yang disediakan.
Baca Juga: Jalan-jalan ke Australia Lebih Hemat dengan Menyambangi Tempat-tempat Wisata Gratisnya
“Contact center ini adalah bagian dari upaya manajemen dalam meningkatkan layanan kepada para pengguna jasa, dan harapannya dapat memberikan benefit sehingga bersama-sama kita dapat mewujudkan rantai logistik nasional yang makin baik dari tahun ke tahun," kata Patrick.
Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari Pelindo, SPJM bersungguh-sungguh berupaya menjaga kinerjanya, agar dapat memberikan pengalaman terbaik kepada setiap pemakai jasa serta menjaga profitabilitas capaian target perusahaan dari tahun ke tahun.
“Kami berharap dapat terus mendukung pertumbuhan ekonomi melalui peran perusahaan sebagai penyedia jasa di sektor kemaritiman baik dari segi layanan kapal, layanan peralatan pelabuhan, serta jasa-jasa utilitas, yang semuanya diharapkan dapat menjaga kinerja pelabuhan di Indonesia," tambah Patrick.***