Tantangan yang dihadapi PTBA tahun ini termasuk koreksi harga batu bara dan fluktuasi pasar.
Rata-rata indeks harga batu bara ICI-3 turun 19 persen secara tahunan, sementara rata-rata indeks harga batu bara Newcastle turun 36 persen.
Untuk mengatasi tantangan ini, PTBA memaksimalkan potensi pasar domestik dan peluang ekspor, serta konsisten menerapkan efisiensi di seluruh lini perusahaan.
PTBA juga berharap agar pembentukan Mitra Instansi Pengelola (MIP) dapat segera terealisasi dan memberikan dampak positif bagi kinerja keuangan perusahaan.
Baca Juga: Bukit Asam (PTBA) dan UMKM Binaan Peroleh Penghargaan dari Kadin Sumsel Expo 2024
Progres Proyek Pengembangan PTBA
Hilirisasi Batu Bara
PTBA bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meluncurkan pilot project konversi batu bara menjadi Artificial Graphite dan Anode Sheet, bahan baku baterai Lithium-ion (Li-ion), pada 15 Juli 2024 di Kawasan Industri Tanjung Enim.
Proyek ini merupakan yang pertama di dunia, menjadi terobosan penting dalam hilirisasi batu bara.
Baca Juga: PTBA dan BRIN Kembangkan Batu Bara untuk Bahan Baku Baterai Li-ion, Jadi yang Pertama di Dunia!
Pengembangan Energi Terbarukan
Sejalan dengan target Net Zero Emission 2060, PTBA mengembangkan energi baru dan terbarukan (EBT).
Kerjasama dengan PT Angkasa Pura II telah menghasilkan PLTS berkapasitas 241 kWp di Bandara Soekarno-Hatta.
Selain itu, PTBA bekerja sama dengan Jasa Marga Group membangun PLTS 400 kWp di Jalan Tol Bali-Mandara dan dengan PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) membangun PLTS 23,07 kWp.
Baca Juga: CNN Indonesia Awards 2024, PTBA Sabet Penghargaan Outstanding Community Development Campaign