"Kami fokus pada fundamental perusahaan dengan memonetisasi alat produksi dan memperkuat bisnis di ekosistem menara untuk memastikan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan baik dari sisi pendapatan maupun laba," kata Teddy, seperti dikutip KabarBUMN.com dari mitratel.co.id, Senin (5/8/2024).
Baca Juga: Mitratel Akuisisi 803 Menara Senilai Rp1,75 Triliun dengan 1.327 Penyewa
Mitratel juga mengadopsi teknologi baru untuk menghadapi perubahan industri.
Perusahaan menjalin kemitraan strategis dengan AALTO, anak usaha Airbus, dalam pengembangan Flying Tower System (FTS).
Zephyr, pesawat tanpa awak bertenaga surya yang dirancang oleh AALTO, mampu terbang terus menerus selama berbulan-bulan di ketinggian lebih dari 60.000 kaki.
Baca Juga: Fokus Menjadi Digital Infranco Terbesar Indonesia, Mitratel Akuisisi Fiber Optik Sepanjang 967,1 KM
Teknologi ini akan memperluas jaringan infrastruktur dan pemerataan akses telekomunikasi ke daerah-daerah terpencil.
"Mitratel berkomitmen untuk tetap menjadi yang terbaik dan tumbuh berkelanjutan dalam mendukung pemerataan dan kedaulatan digital di Indonesia," pungkas Teddy.***