Kabar BUMN - PLN Nusantara Power (PLN NP) menargetkan 60.000 ton Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) akan digunakan sebagai bahan campuran dalam berbagai proyek infrastruktur pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan pendukungnya.
Hingga Agustus 2024, PLN NP melalui Unit Pembangkitan (UP) Kaltim Teluk telah menyalurkan sekitar 10.000 ton FABA bagi pembangunan infrastruktur IKN tahap pertama.
Serapan ini akan semakin meningkat pada tahap pembangunan tahap selanjutnya seiring adanya persyaratan pemanfaatan FABA dalam pembangunan infrastruktur tersebut.
Baca Juga: Optimalisasi Pembangkit, Kinerja PLN Nusantara Power Melejit di Sepanjang 2023
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyatakan, kontribusi PLN NP dalam mendukung pembangunan IKN ini berdampak positif terhadap lingkungan.
"FABA nantinya akan digunakan untuk pekerjaan konstruksi dan infrastruktur," terang Ruly, Senin (26/8/2024).
Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan beberapa perusahaan konstruksi, PLN NP berkomitmen memasok FABA bagi pembangunan infrastruktur proyek strategis nasional IKN.
Di antaranya yang telah menggunakan FABA PLN NP, yaitu tol IKN sejauh 6,7 km yang menghubungkan Kota Balikpapan dengan Kabupaten Penajam Paser Utara.
Proyek pelindung tumbukan kapal (fender) di Jembatan Bentang Panjang Pulau Balang, proyek duplikasi jembatan Bentang Pendek Pulau Balang, proyek jalan tol IKN segmen Karangjoang-KKT Karingau.
UP Kaltim Teluk berkapasitas 2x110 MW dan menghasilkan Fly Ash sebanyak 150 ton/hari serta Bottom Ash sebesar 50 ton/hari. Dari total FABA yang dihasilkan, 70% ditargetkan untuk dimanfaatkan dalam pembangunan IKN.
Baca Juga: Di Sepanjang 2024, PLN Nusantara Power Rencana Tanam 80 Ribu Pohon di DAS Brantas
Selain mendukung infrastruktur, FABA dari UP Kaltim Teluk juga dimanfaatkan sebagai bahan penetralisir lahan asam pada area pertanian dan media tanam pada nursery untuk penghijauan di sekitar area tol Balikpapan-IKN.
Ini sejalan dengan upaya PLN NP dalam mewujudkan ekonomi sirkular dan mencapai target karbon netral pada tahun 2060.