trending

AgenBRILink Mariyati Daeng Ngintang, Pahlawan Inklusi Keuangan dari Pulau Lae-lae Makassar

Jumat, 6 September 2024 | 16:00 WIB
AgenBRILink Mariyati Daeng Ngintang melayani transaksi perbankan nelayan dari Pulau Lae-lae, Ujung Pandang, Makassar. (DOK. BRI)

Kabar BUMN - Melalui kehadiran AgenBRILink di wilayah perkotaan hingga pelosok desa dan kepulauan BRI mendorong inklusi keuangan di Indonesia.

Kehadiran AgenBRILink dirasakan salah satunya oleh penduduk di Pulau Lae-lae Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Prov. Sulawesi Selatan.

Adalah Mariyati Daeng Ngintang (54) yang menjadi AgenBRILink di Pulau Lae-lae, yang berpenduduk sekitar 400 kepala keluarga.

Baca Juga: Sukses dengan Batch 1 dan 2, BRI Lanjutkan Program Desa BRILiaN 2024 dengan Batch 3

Mariyati menceritakan, sebelum menjadi AgenBRILink, ia Ketua Bank Sampah di Pulau Lae-lae. Masyarakat di sekitar tempat tinggalnya bisa menukar sampah dengan air galon atau uang tunai.

Peranannya itu membuatnya semakin dikenal warga, hingga akhirnya Mariyati memutuskan untuk menjadi AgenBRILink.

Meskipun letak Pulau Lae-lae tidak jauh dari Kota Makassar, keberadaan AgenBRILink sangat membantu masyarakat sekitar.

Baca Juga: Dukung UMKM, BRI Life Berikan Bantuan kepada Pengrajin Eceng Gondok di Waduk Rawa Pening, Kab. Semarang

Masyarakat tidak perlu membuang waktu dan tenaga untuk ke Bank atau harus menyebrang dengan perahu untuk bisa mendapatkan layanan perbanakan di Kota Makassar.

“Awalnya ragu menjadi AgenBRILink, karena saya minim pengalaman dalam hal perbankan, namun saya diyakinkan berkali – kali oleh Mantri (tenaga pemasar Mikro) BRI,” ceritanya.

Ia menambahkan, pada awalnya masih tidak ada yang bertransaksi disebabkan masyarakat masih merasa takut bertransaksi. Pemahaman masyarakat itu hanya bisa dilakukan di Bank ataupun di mesin ATM.

Baca Juga: Ciptakan Perputaran Ekonomi Rp10,42 triliun, BRI Kembali Jadi Sponsor Utama Liga 1 2024-2025

Atas upayanya untuk terus melakukan sosialisasi dan pemahaman tentang bertransaksi di AgenBRILink, akhirnya perlahan masyarakat mulai berdatangan untuk melakukan pembayaran maupun transfer di tempatnya.

Setelah masyarakat percaya, Mariyati mulai melayani sejumlah transaksi yang dibutuhkan nasabah yang rata–rata berprofesi sebagai nelayan.

Halaman:

Tags

Terkini