Umumnya, layanan yang diberikan berupa transfer sesama BRI, transfer antar Bank, setor/tarik tunai, pembayaran pinjaman, pembayaran listrik, pembelian pulsa, pembayaran BPJS, dan lain-lain.
Setelah itu, peran Mariyati bertambah. Ia juga dipercayakan untuk menjadi penyalur produk pinjaman Ultra Mikro (UMi) KECE (Kredit Cepat).
“Saya diberikannya kepercayaan menjadi penyalur KECE di Kepulauan Lae-lae. Rata-rata pinjaman dari Rp 1juta hingga Rp 10juta,” terang Mariyati.
Ini sangat berdampak positif bagi para nelayan. Misalnya, dulu mereka tidak mempunyai perahu, dengan adanya KECE, nelayan mampu membeli perahu untuk menangkap ikan.
Baca Juga: Upaya BRI Menyelamatkan Lahan Kritis di Muaragembong Dampak Hilangnya Mangrove dan Abrasi
“Nasabah juga tidak ada yang menunggak, sejauh ini lancar pembayarannya,” imbuhnya.
Selain itu, Maryati juga merasakan perannya sebagai AgenBRILink juga bisa menambah pendapatan perekonomian keluarganya. Ia bisa membiayai sekolah bagi anak-anaknya dan juga membantu perekonomian keluarganya.
Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan BRI terus berkomitmen untuk melayani seluruh lapisan masyarakat direalisasikan melalui strategi hybrid bank, di antaranya adalah dengan adanya AgenBRILink dan super app BRImo.
Hingga akhir Juli 2024, BRI telah memiliki lebih dari 1 juta AgenBRILink yang tersebar di 62 ribu desa. Jumlah tersebut tercatat telah meng-cover lebih dari 80% dari total desa di Indonesia.
“Adapun volume transaksi AgenBRILink selama Januari-Juli 2024 telah mencapai sebesar Rp899 triliun,” imbuh Sunarso.***
Artikel Terkait
Sukses Jadi AgenBRILink dan Mitra UMi, Sarip Jadi Andalan Warga Desa dan Bantu Petani Cari Modal
AgenBRILink Tunjukkan Pertumbuhan Pesat di Kuartal I-2024
Inovasi Unik AgenBRILink di Gresik Jawa Timur, Ini Cara Mukhamadun Jaga Pelanggan Tetap Setia
Jadi AgenBRILink, Wanita Hebat ini Terus Berinovasi Bawa Manfaat ke Masyarakat Sekitar
Strategi Komariah Sukses Menjadi AgenBRILink dengan Kegigihan dan Ketulusannya Melayani
Salut, Jumlah AgenBRILink Tembus 1 Juta dengan Volume Transaksi Hingga Rp800 Triliun