Kabar BUMN - Hadir di ajang Indonesia Climate Change Expo & Forum (ICCEF) 2024, MIND ID tunjukkan pengimplementasian pertambangan berkelanjutan dengan prinsip ekonomi sirkular.
Dengan prinsip tersebut, MIND ID mampu memberikan dampak positif pada penjagaan lingkungan sekitar.
Grup MIND ID ini terdiri dari PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Indonesia Asahan Aluminium, PT Timah Tbk, dan PT Vale Indonesia Tbk.
Baca Juga: Kinerja MIND ID Tumbuh Baik Seiring Rampungnya Sejumlah Proyek Strategis
Di ICCEF 2024 yang berlangsung di Balikpapan, Kalimantan Timur ini, MIND ID memperlihatkan pengolahan limbah botol plastik menjadi barang sehari-hari yang memiliki nilai dan kegunaan, seperti tas belanja, botol minum, hingga coaster.
Corporate Secretary MIND ID Heri Yusuf menyampaikan, Grup MIND ID memahami bahwa aktivitas operasional pertambangan harus mampu memberikan dampak yang signifikan dalam pembangunan masa depan, namun tetap menjaga keberlangsungan lingkungan.
Oleh karenanya, program-program keberlanjutan, khususnya pengelolaan dan pengolahan limbah, menjadi hal yang selalu dikedepankan Grup MIND ID.
Baca Juga: Festival LIKE 2 KLHK, MIND ID Tunjukkan Komitmennya Kelola Air Secara Berkelanjutan
“Melalui ICCEF 2024, Grup MIND ID konsisten menjalankan operasional dengan prinsip berkelanjutan, khususnya pengelolaan dan pengolahan limbah, yang merupakan bentuk implementasi prinsip ekonomi sirkular,” kata Heri.
Heri menuturkan, Grup MIND ID telah mampu menjalankan beberapa program pengelolaan limbah yang sudah berjalan efektif.
Salah satunya adalah pemanfaatan limbah tailing nikel, yakni slag nikel, yang merupakan produk samping dari proses peleburan bijih yang telah diproses menjadi calcine.
Baca Juga: Terbesar, MIND ID Kuasai 34% Saham PT Vale Indonesia, Dorong Hilirisasi Industri Nikel
Slag nikel dimanfaatkan kembali sebagai road base untuk jalan hauling tambang, yard base untuk area stock ore dan stockyard batubara, hingga material substitusi pasir alam dan split alam pada beton konstruksi, paving block, dan batako.
Selanjutnya, ada program pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) untuk produksi paving block, bata, batako, grass block, hexagon, hingga kansteen.