trending

Lewat Program Biomassa, PLN EPI Buka Peluang Ekonomi Baru bagi Warga Tasikmalaya

Minggu, 6 Oktober 2024 | 19:00 WIB
PLN EPI penuhi kebutuhan co-firing PLTU melalui program pengembangan ekosistem biomassa di Tasikmalaya, Kamis (26/9/2024) lalu. (plnepi.co.id)

Kabar BUMN - PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) selaku anak usaha PT PLN (Persero) memiliki komitmen kuat dalam menjaga ketersediaan biomassa sebagai bahan baku co-firing Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui program "Pengembangan Ekosistem Biomassa Berbasis Ekonomi Kerakyatan dan Pertanian Terpadu".

Program yang dilaksanakan di Desa Bojongkapol, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya pada Kamis (26/9) lalu itu bertujuan untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan melalui pemanfaatan lahan kritis.

Baca Juga: Transisi Energi Hijau: PLN EPI Pacu Pemanfaatan Biomassa di Bawah Kepemimpinan Erick Thohir

Direktur Utama PLN EPI, Iwan Agung Firstantara, mengungkap target Perseroan di tahun 2024 ini adalah memanfaatkan co-firing sebesar 2,2 juta ton.

Target tersebut rencananya akan ditingkatkan menjadi 10,2 juta ton pemanfaatan co-firing pada tahun 2025 mendatang.

Angka tersebut dipatok untuk memenuhi kebutuhan biomassa di 52 PLTU yang dimiliki oleh PLN.

Baca Juga: PLN EPI Manfaatkan Limbah Serbuk Gergaji untuk Co-Firing PLTU Bengkayang

"Biomassa yang selama ini digunakan oleh PLN EPI sebagian besar berasal dari limbah pertanian dan perkebunan.

"Karena kebutuhannya terus meningkat, kami melihat adanya peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan potensi ini guna mendongkrak pendapatan ekonomi lokal," ujar Iwan Agung, seperti dikutip KabarBUMN.com dari plnepi.co.id, Minggu (6/10/2024).

Iwan Agung menjabarkan sejumlah manfaat dari pengembangan biomassa yang bukan sekadar menyediakan energi bersih saja.

Baca Juga: PLN EPI Terapkan Ekonomi Sirkular Tuntaskan Persoalan Sampah DKI, Buka Kesempatan Juga Bagi Kabupaten dan Kota Lainnya

Menurutnya, hal ini juga berpotensi untuk menciptakan efek ganda dalam menggerakkan ekonomi masyarakat melalui program Pertanian Terpadu yang memanfaatkan lahan kritis.

"Kami akan mengembangkan tanaman Indigofera, atau dikenal juga sebagai Tarum, yang dapat dijadikan sebagai sumber pakan ternak dan bahan baku biomassa.

Halaman:

Tags

Terkini