Para peserta terdiri dari karyawan PT SUCOFINDO, mahasiswa berbagai universitas, serta masyarakat umum.
Salah satu finalis dari Telkom University, Vina Namira Andirna Andidi, bersama timnya mengembangkan sebuah platform untuk efisiensi penghitungan dan estimasi cadangan karbon di Indonesia.
Platform ini bertujuan mempermudah proses pemantauan, pelaporan, dan verifikasi (MRV) dalam perdagangan karbon.
"Ini bukan hanya soal kemenangan, tapi tentang bagaimana teknologi dapat memberikan dampak nyata.
Baca Juga: Ayo Daftar Loker BUMN! PT Sucofindo Masih Buka Lowongan Kerja untuk 3 Posisi Strategis
“Saya terdorong untuk melanjutkan proyek ini agar bisa diimplementasikan di industri dan memberikan solusi bagi pemerintah Indonesia," ujar Vina.
Acara ini juga dihadiri oleh tokoh penting, seperti Eko Adjie Buwono, National Project Manager Enhancing Readiness for the Transition to Electric Vehicles in Indonesia (ENTREV) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, serta Belladonna Troxylon Maulianda, Direktur Eksekutif Indonesia Carbon Capture Storage (CCS) Center, dan dosen Universitas Telkom Uke Kurniawan Usman yang menjadi juri dalam ajang tersebut.
Eko Adjie Buwono berharap acara ini dapat menjadi wadah bertemunya pengetahuan, pengalaman, dan sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk kolaborasi menghadapi tantangan teknologi industri masa depan.
"Acara ini bisa menjadi titik temu berbagai potensi untuk menciptakan inovasi yang berdaya guna dalam industri," tutupnya.
Dengan kegiatan ini, PT SUCOFINDO terus berupaya memajukan inovasi teknologi yang tidak hanya bermanfaat bagi perusahaan, tetapi juga membantu menjawab tantangan global dengan solusi inovatif berbasis teknologi.***