Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP, Fandy Dewanto mengatakan bahwa WSBP juga berhasil mempertahankan Gross Profit Margin (GPM) sebesar 21,1%, yang didukung oleh dominasi Penjualan produk Precast yang memiliki margin lebih tinggi dibandingkan dengan lini bisnis lainnya.
Baca Juga: Ikuti Program Magang di Kementerian BUMN, Sedang Dibuka 8 Posisi untuk Berbagai Departemen
"Pencapaian ini sesuai dengan strategi perusahaan untuk mendorong peningkatan penjualan produk Precast ke proyek-proyek infrastruktur strategis,” ujarnya.
Laba kotor WSBP juga mencatat kenaikan signifikan sebesar 87,1% dibandingkan tahun 2023, dari Rp150,60 miliar menjadi Rp281,76 miliar pada 2024.
Peningkatan ini menunjukkan efisiensi yang lebih baik dalam proses produksi dan peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan.
Salah itu, beban Non-Contributing Plant (NCP) mengalami penurunan sebesar 63,4%, dari Rp274,74 miliar di 2023 menjadi Rp100,47 miliar pada 2024.
Penurunan ini terjadi berkat peningkatan produksi dan utilisasi yang optimal dari unit-unit produksi WSBP, selain itu juga menandakan efisiensi operasional yang terus membaik.
WSBP senantiasa menunjukkan komitmen dalam pembayaran ke rekanan. Ini terlihat dari peningkatan nilai pembayaran ke pemasok sebesar 24,1% atau Rp1,49 triliun dibandingkan periode yang sama di tahun lalu yaitu sebesar Rp1,21 triliun.
Baca Juga: Tiga Kawasan yang Dikelola ITDC Alami Pertumbuhan Kunjungan Signifikan Selama Triwulan III 2024
Komitmen restrukturisasi yang terus berjalan dengan lancar, juga tercermin dari pembayaran kewajiban kepada kreditur melalui skema CFADS yang telah mencapai tahap keempat dengan total Rp320,85 miliar.
Selain pencapaian pendapatan yang luar biasa, WSBP juga mencatat Nilai Kontrak Baru (NKB) sebesar Rp1,73 triliun hingga akhir September 2024, atau sekitar 75% dari target tahunan Rp2,3 triliun.
“Pencapaian kinerja pada Triwulan III/2024 telah selaras dengan program transformasi bisnis perusahaan. Perusahaan secara operasional lebih sehat dengan pertumbuhan Nilai Kontrak Baru dan Pendapatan Usaha.
"Ke depan, kami akan terus fokus pada inovasi produk dan layanan yang berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan pasar,” tambah Fandy.