Keunggulan BSI Gold terletak pada fitur buy back yang tengah dikembangkan bersama PT Hartadinata Abadi, memudahkan nasabah menjual kembali emas dengan harga transparan di cabang BSI.
Selain itu, nasabah juga dapat menggadaikan BSI Gold di lebih dari 700 gerai Gadai BSI untuk kebutuhan dana mendesak.
Hingga September 2024, transaksi emas BSI tumbuh 60,5% year on year (yoy), dengan Cicil Emas naik 143%, mencerminkan tingginya minat investasi emas.
BSI Gold hadir sebagai solusi investasi yang aman, transparan, dan inklusif bagi masyarakat.
Baca Juga: Gampang Banget! Begini Cara Reservasi Tiket Kereta Api untuk Libur Nataru 2025
“Ke depan, dengan digitalisasi proses bisnis melalui Byond by BSI, portofolio emas BSI diharapkan tumbuh berkilau di atas 60% pada tahun 2025,” kata Hery.
Sementara itu, Direktur Utama PT. Hartadinata Abadi Sandra Sunanto menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memajukan industri emas di Indonesia.
Kolaborasi dengan BSI menjadi salah satu bukti nyata dukungan kami terhadap pengembangan ekosistem industri emas, sekaligus memperkuat kepercayaan institusi keuangan besar terhadap rekam jejak Perusahaan.
Baca Juga: Usia 30 Tahun Bisa Melamar! Apply Lowongan Kerja di PT MUM, Penempatan di Kuningan, Jakarta Selatan
“BSI Gold dalam praktik produksinya bebas dari unsur riba, gharar, dan maisir. Dilengkapi dengan fitur keamanan yang melekat langsung pada emas sebagai perlindungan terhadap pemalsuan,” jelasnya.***