Sebagai langkah keamanan, KAI juga memberlakukan pembatasan kecepatan (Taspat) di beberapa titik lintas rel kereta api yang sedang dalam proses perbaikan.
Baca Juga: Ide Hampers Natal 2024 yang Elegan, Cocok Dikirim untuk Sanak Saudara dan Kolega
Taspat diberlakukan untuk memastikan perjalanan tetap aman sambil mendukung pekerjaan petugas dengan standar keselamatan optimal.
"Meski dampaknya sementara berpengaruh pada OTP (On Time Performance), kami tetap berkomitmen bahwa keselamatan adalah prioritas utama yang tidak dapat dikompromikan.
"Pekerjaan perbaikan ini dirancang untuk meningkatkan keandalan perjalanan kereta api dalam jangka panjang," ungkap Vice President Public Relations KAI Anne Purba.
Ia menambahkan, jalur Cikampek–Cirebon menjadi salah satu prioritas perbaikan karena melayani kereta api jalur utara dan selatan Jawa.
Meski pekerjaan ini sempat memengaruhi kelancaran perjalanan di Cirebon, KAI mengoptimalkan rekayasa operasional untuk mempertahankan target OTP.
Pada November 2024, OTP kedatangan KA Penumpang mencapai 87,36%.
Baca Juga: ITDC Rayakan 51 Tahun dengan Aksi Donor Darah di Dua Destinasi Wisata Nasional
Dengan penyelesaian proyek yang terjadwal hingga 2025, KAI optimistis mampu meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk ketepatan waktu kedatangan kereta api.
Selain itu, KAI juga terus memantau efektivitas pelaksanaan Taspat guna memastikan kelancaran operasional kereta api.
Dari Januari hingga 1 Desember 2024, KAI telah mengganti 276.025 rel baru (67% dari target), 136 wesel bantalan beton (63%), dan 13.323 bantalan sintetis (54%).
Baca Juga: Penghargaan Bergengsi untuk InJourney Hospitality di Top Digital Award 2024
“Dengan penyelesaian pekerjaan yang terjadwal hingga 2025, KAI optimistis akan mampu meningkatkan kualitas pelayanan termasuk percepatan perjalanan kereta api.