Selain kesiapan personel dan peralatan, PLN NP juga mengandalkan teknologi canggih melalui Nusantara InnoVision Center (NIC).
Inovasi tersebut hadir untuk menyajikan data secara realtime, mengintegrasikan seluruh lini bisnis mulai dari aspek operasional unit pembangkit, progres proyek terupdate dan kinerja perusahaan dengan didukung jaminan cyber security.
Sementara itu, dalam tinjauan kesiapsiagaan Unit Pembangkitan (UP) Muara Karang, Direktur Manajemen Pembangkitan PLN (Persero) Adi Lumakso mengapresiasi minimnya gangguan pada pembangkit penyangga kebutuhan listrik kawasan VIP Jakarta tersebut.
Sepanjang tahun 2024 angka Sudden Outage Factor (SdOF) tercapai 168 persen lebih baik dari target.
SdOF merupakan jumlah gangguan mendadak yang terjadi pada unit pembangkit sehingga unit tidak siap beroperasi.
Sedangkan kalau ditilik dari durasi gangguan (Equivalent Forced Outage Rate/EFOR) tercapai 162 persen lebih baik dari target.
Bukan itu saja, secara keseluruhan capaian kinerja operasi UP Muara Karang hingga 20 Desember 2024 juga telah melampaui target.
Baca Juga: Gelar Employee Volunteering Program, PLN NP Mendukung Pendidikan Anak Pemulung di Lebak Bulus
Produk listrik yang dihasilkan berjumlah 7.624.851 MWh atau tercapai lebih dari 110 persen. Keandalan unit pembangkit (EAF/ Equivalent Availability Factor) dengan total kapasitas 2.177 MW.
Demikian juga dengan indikator kinerja operasi pembangkit lainnya seperti tingkat efisiensi pembangkit (NPHR), SOF, dan SFC semuanya tercapai lebih dari 100 persen dari target.
Kinerja ekselen dari UP Muara Karang ini mencerminkan keseriusan PLN NP dalam mendukung pemenuhan kebutuhan listrik bagi masyarakat.***