Selama 25 tahun terakhir, PT PAL telah mengadopsi teknologi dari galangan kapal Jepang dan mengimplementasikannya pada berbagai produk.
Diana Rosa optimistis kunjungan ini membuka peluang untuk kerja sama lebih lanjut, termasuk kemungkinan pembangunan kapal perang untuk memenuhi kebutuhan nasional Indonesia.
Sebagai negara kepulauan dengan risiko bencana alam yang tinggi, baik Indonesia maupun Jepang menghadapi tantangan serupa dalam merespons keadaan darurat.
Rosa berharap kunjungan ini dapat mempererat hubungan bilateral, terutama dalam sektor pertahanan dan teknologi maritim.
Baca Juga: Jelang Nataru, PT PAL Indonesia Percepat Uji Kinerja Pembangkit Listrik Apung Nusantara II di Kolaka
“Kami yakin PT PAL Indonesia dapat terus menjadi mitra strategis dalam mendukung kerja sama bilateral antara Indonesia dan Jepang.
"Kunjungan ini juga membuka peluang untuk kolaborasi pembangunan kapal dan produk maritim lainnya,” tambah Rosa.
Selain meninjau KRI RJW-992, kunjungan kerja Nakatani Gen juga mencakup pertemuan kehormatan dengan Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, di Gedung Kementerian Pertahanan.
Pertemuan ini semakin memperkuat hubungan antara kedua negara, terutama di sektor pertahanan dan teknologi maritim.
KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 kini tidak hanya menjadi kebanggaan Indonesia, tetapi juga simbol kemajuan teknologi maritim Asia Tenggara yang diakui dunia internasional.***