Kabar BUMN - PT PAL Indonesia memberikan apresiasi tinggi terhadap kecepatan TNI Angkatan Laut, khususnya Unsur Satuan Kapal Eksorta Koarmada II, KRI I Gusti Ngurah Rai (GNR-332).
Hal ini berkaitan dalam melaksanakan evakuasi kapal nelayan asal Probolinggo, KM Scania I, yang mengalami kerusakan di laut Bali.
Keberhasilan ini menunjukkan betapa pentingnya kapal perang dalam peran ganda, tidak hanya sebagai alat pertahanan negara tetapi juga sebagai sarana untuk membantu situasi darurat, seperti penyelamatan di tengah lautan.
Direktur Pemasaran PT PAL Indonesia, Wiyono Komodjojo, mengungkapkan bahwa misi penyelamatan ini menjadi bukti bahwa kapal perang, yang sebelumnya telah menjalani pemeliharaan di PT PAL Indonesia.
Tidak hanya handal dalam tugas militer tetapi juga sangat efektif dalam merespon keadaan darurat.
"Kami turut prihatin atas kejadian yang menimpa nelayan tersebut, sekaligus apresiasi bagi TNI AL, dengan KRI I Gusti Ngurah Rai-332."
Baca Juga: Loker BUMN Perum DAMRI Januari 2025: Kesempatan Berkarir di Posisi Ini, Simak Selengkapnya!
"Yang beberapa waktu lalu telah menyelesaikan docking pemeliharaan dan perbaikan di PT PAL Indonesia dapat kembali menjalankan operasi dengan optimal serta berhasil melaksanakan misi penyelamatan ini,” jelas Wiyono.
Pada Agustus 2024, KRI GNR-332 menjalani pemeliharaan menyeluruh di PT PAL Indonesia, yang merupakan bagian dari program refurbishment yang digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Refurbishment ini meliputi peremajaan lambung kapal, pengecekan dan perawatan sistem navigasi serta komunikasi, SEWACO, serta perbaikan sistem propulsi kapal.
Dengan panjang mencapai 105 meter, kapal PKR atau Light Frigate ini kini siap untuk melaksanakan misi strategis, baik di dalam negeri maupun internasional, dengan performa optimal.
Keberhasilan KRI GNR-332 dalam misi penyelamatan ini semakin memperkuat komitmen PT PAL Indonesia sebagai mitra strategis TNI AL.