Selain itu, proyek ini mendukung program hilirisasi dan target Net Zero Emission yang dicanangkan oleh pemerintah.
Baca Juga: PHR Berkontribusi Rp 115 Triliun untuk Penerimaan Negara hingga 2024
“Kami harap pembangunan pabrik soda ash ini menjadi kontribusi Pupuk Kaltim untuk mewujudkan industri hijau melalui pemanfaatan CO2."
"Sekaligus menjadi wujud dukungan terhadap program hilirisasi dan target Net Zero Emission pemerintah,” jelasnya.
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, turut menyoroti pentingnya pabrik ini bagi Indonesia.
Kebutuhan akan soda ash dan amonium klorida di Indonesia saat ini masih bergantung pada impor, bahkan volumenya terus meningkat setiap tahunnya.
Dengan hadirnya pabrik soda ash ini, Indonesia akan memiliki fasilitas produksi domestik yang dapat menjadi pionir di industri petrokimia.
President Director PT TCC Indonesia Branch, Tian Tao, menyampaikan komitmen pihaknya untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai rencana.
Baca Juga: TASPEN Bertekad Membangun Lingkungan Kerja yang Bersih dan Transparan
“Dengan pengalaman dan keahlian kami di bidang teknik dan konstruksi yang terintegrasi, kami akan memastikan proyek ini selesai tepat waktu dengan standar keselamatan dan kualitas yang tinggi,” ujarnya.
Pembangunan pabrik ini akan berlangsung di kawasan PT Kaltim Industrial Estate (KIE) di Kota Bontang, Kalimantan Timur, di atas lahan seluas 16 hektar.
Pabrik soda ash ini ditargetkan untuk memulai fase uji coba produksi pada kuartal ketiga 2027, dan mulai beroperasi secara komersial pada akhir tahun yang sama.***