Kabar BUMN – Di tengah perbukitan subur Desa Maron, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, sebuah kisah sukses bermula dari tangan-tangan petani yang gigih mengolah lahan.
Desa yang terkenal dengan keindahan alamnya ini kini juga dikenal sebagai penghasil alpukat berkualitas tinggi, berkat upaya para petani yang tergabung dalam Klaster Alpukat Probolinggo.
Salah satu sosok inspiratif di balik kesuksesan ini adalah Dodik Handoko, Ketua Klaster Alpukat Probolinggo.
Baca Juga: Semangat Berbagi di Tahun Baru Imlek 2025, BRI Peduli Salurkan Bantuan di Tangerang dan Singkawang
Dodik memulai perjalanan bisnisnya dengan menjual 100 kilogram alpukat ke pasar lokal.
Seiring waktu, usahanya terus berkembang hingga kini ia mampu memasok 30-40 ton alpukat ke berbagai kota besar di Indonesia.
"Awalnya, saya hanya bisa membeli satu ton alpukat.
Baca Juga: Jangan Lewatkan! Mulai Besok, BRI Menggelar BRI UMKM EXPO(RT) & Microfinance Outlook 2025
"Sekarang, kami sudah mampu memasok puluhan ton setiap musimnya," ujar Dodik.
Berkat kerja kerasnya, Alpukat Probolinggo kini dikenal luas, bahkan telah menjadi ikon buah unggulan daerah.
Produk ini banyak dipasarkan di Pasar Induk Jakarta, Cikopo, Cibitung, Kramat Jati, hingga dikirim ke Medan untuk memenuhi kebutuhan pasar Sumatra saat stok lokal menipis.
"Kalau Medan kekurangan, kami kirim dari Probolinggo.
"Sebaliknya, kalau Jawa yang habis, kadang suplai datang dari Medan. Jadi, saling melengkapi," tambahnya.