Kabar BUMN - PT PAL Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan kapasitas teknologi maritim nasional.
Dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto, yang menginginkan Angkatan Laut Indonesia memiliki kemampuan untuk beroperasi di lautan terbuka guna menjaga stabilitas kawasan, PT PAL berperan penting dalam mewujudkan visi tersebut.
Menurut Direktur Utama PT PAL, Kaharuddin Djenod, perusahaan ini telah menjalani berbagai kerja sama internasional yang menghasilkan sejumlah produk unggulan.
Baca Juga: Nikmati Beragam Promo Imlek 2025 dari BNI, Ada Berbagai Penawaran Spesial untuk Aneka Transaksi
Salah satu pencapaian besar adalah pengembangan Kapal Cepat Rudal (KCR) yang merupakan inovasi dari Kapal Fast Patrol Boat (FPB) Lurssen Werft Jerman.
Selain itu, PT PAL juga sukses mengembangkan kapal-kapal lainnya, seperti Kapal Bantu Rumah Sakit, Multi Role Support Ship (MRSS), dan Landing Heli Deck, yang merupakan pengembangan dari Landing Platform Dock (LPD) Daesun Korea.
Inovasi-inovasi tersebut menjadi bukti nyata dari komitmen PT PAL dalam meningkatkan kemampuan teknologi maritim Indonesia.
Baca Juga: Dukung Penanganan Stunting, PT Pindad Salurkan Bantuan PMT di Bandung
Kerja sama dengan perusahaan-perusahaan internasional juga menjadi langkah strategis PT PAL dalam memperluas jangkauan dan kemampuan teknologinya.
Dengan mitra seperti Babcok Inggris dan Naval Group Prancis, PT PAL terlibat dalam pembangunan Kapal Fregat Merah Putih dan kapal selam Scorpene Evolved LiB.
Hal ini menunjukkan bahwa PT PAL tidak hanya menguasai teknologi desain dan konstruksi, tetapi juga integrasi sistem senjata kapal yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan kapal perang Indonesia.
Baca Juga: Angkutan Perintis DAMRI Hadir di Ponorogo, Tarif Mulai 3 Ribu, Simak Jadwal dan Rute Perjalanannya
Salah satu pengakuan internasional yang diterima PT PAL adalah apresiasi dari Menteri Pertahanan Jepang atas kualitas kapal rumah sakit yang diproduksi.
PT PAL Indonesia pun berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitasnya dalam membangun berbagai jenis kapal perang, khususnya kapal ocean-going yang berfungsi untuk operasi di laut lepas.