Baca Juga: Dukung Penanganan Stunting, PT Pindad Salurkan Bantuan PMT di Bandung
Sebelumnya, pendapatan mereka berkisar antara Rp500.000 hingga Rp600.000 per hari. Namun, berkat pemberdayaan ini, pendapatan mereka kini bisa mencapai Rp700.000 hingga Rp800.000 per hari.
Joko juga menambahkan bahwa mereka melakukan survei untuk memastikan manfaat yang diterima oleh para mustahik.
Para pelaku usaha yang memenuhi kriteria, seperti memiliki pengalaman berjualan bakso dan surat keterangan tidak mampu, akan dibantu mulai dari bahan baku hingga pengolahan, termasuk rumah produksi bakso dan penggilingan dagingnya.
Baca Juga: Angkutan Perintis DAMRI Hadir di Ponorogo, Tarif Mulai 3 Ribu, Simak Jadwal dan Rute Perjalanannya
Program ini juga memastikan bahwa produk bakso yang dihasilkan tetap halal dan berkualitas.
Dengan adanya bantuan tersebut, Joko berharap agar program pemberdayaan ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak koperasi di seluruh Indonesia.
Ia menilai sinergi antara koperasi, peternak, dan BSI sangat penting untuk menjaga keberlanjutan ekonomi dan memastikan perekonomian terus berputar.
Baca Juga: Telaga Ngebel, Danau Indah di Ponorogo yang Menyimpan Cerita Legendaris di Baliknya
Para pelaku UMKM juga semakin mengenal produk dan layanan BSI, seperti penggunaan QRIS BSI, yang menjadikan mereka nasabah baru bank tersebut.
Hingga November 2024, BSI telah menyalurkan zakat sebesar Rp152,30 miliar, dengan fokus pada sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, serta dakwah advokasi.
Melalui berbagai program seperti ini, BSI berharap dapat memberikan manfaat yang lebih besar lagi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.***