Kabar BUMN - Nindya Karya kembali mencatatkan prestasinya dengan meraih dua rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Dua penghargaan tersebut Nindya Karya raih atas proyek Pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar di Kalimantan Barat.
Rekor pertama di kategori “Jembatan Pertama dengan Metode Telescopic Strutt”.
Baca Juga: Memastikan Patuh Standar Internasional, Nindya Karya Gelar Opening Meeting Renewal Audit ISO
Rekor diraih karena struktur Jembatan Sungai Sambas Besar dirancang dengan metode Telescopic Strutt pada pekerjaan erection.
Sehingga shoring dapat memanjang dan memendek dengan bantuan hydraulic jack guna mengatur geometrik jembatan, serta dapat berotasi sesuai sudut rencana antara baja pelengkung dan girder baja jembatan.
Rekor kedua adalah “Jembatan Tipe Network Tied Arch Terpanjang”.
Baca Juga: Peringatan Hari Jalan 2024, Nindya Karya Raih Penghargaan dari Kementerian Pekerjaan Umum
Jembatan Sungai Sambas Besar bertipe Network Tied Arch ini memiliki panjang total 1.262,3 meter dilengkapi dengan jembatan pendekat tipe Gelagar Pracetak Tipe I pada kedua sisi.
Bentang utama jembatan dengan tipe Network Tied Arch memiliki panjang 150 meter dengan lebar 11 meter untuk 2 lajur jalan dua arah, termasuk trotoar 2X1,5 meter.
Dengan pencapaian penghargaan MURI tersebut, Nindya Karya telah membuktikan dedikasinya dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan serta terus berinovasi dalam membangun bangsa.***