trending

Fix! KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat Pamer Teknologi Canggih di MNEK 2025, Jadi Andalan TNI AL!

Minggu, 23 Februari 2025 | 10:45 WIB
KRI RJW-992 menjadi flagship IFR di MNEK 2025, menampilkan teknologi canggih dan fasilitas medis modern. Kapal ini simbol kekuatan TNI AL. (Dok. PT PAL Indonesia)

Kabar BUMN - KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat (RJW)-992 menjadi pusat perhatian dalam ajang 5th Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2025 di Bali.

Kapal bantu rumah sakit milik TNI Angkatan Laut ini dipercaya sebagai kapal markas atau flagship dalam International Fleet Review (IFR), yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan MNEK 2025.

Kehadiran kapal ini menunjukkan keunggulan teknologi maritim Indonesia di kancah internasional.

Baca Juga: Dukungan BRI untuk Agrominafiber Handicraft: Dari Kebumen Menembus Pasar Dunia

Kapal ini merupakan kapal bantu rumah sakit kedua yang dibangun oleh PT PAL Indonesia setelah KRI dr. Wahidin Sudirohusodo (WSH)-991.

Dengan dasar desain Landing Platform Dock (LPD), KRI RJW-992 dikembangkan untuk mendukung misi amfibi dan logistik militer.

Para engineer PT PAL berhasil mentransformasikannya menjadi kapal rumah sakit berstandar internasional yang mampu menjalankan berbagai operasi kemanusiaan.

Baca Juga: Konsisten Jaga Stabilitas Perbankan, Bank Mandiri Catat Kondisi Keuangan Tetap Solid

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menegaskan bahwa KRI RJW merupakan inovasi dalam memenuhi kebutuhan TNI AL akan kapal rumah sakit modern.

Menurutnya, inovasi ini bukan hanya soal perubahan fisik, tetapi juga pengintegrasian sistem digital canggih yang mencakup navigasi hingga manajemen pasien.

KRI RJW-992 dibekali dengan berbagai perangkat berbasis smart digital, termasuk sistem penggerak kapal, manajemen platform, navigasi, dan komunikasi yang dapat dipantau secara real time.

Baca Juga: M Beach: Pantai Berpasir Putih di Lampung yang Aman untuk Berenang, Banyak Spot Foto!

Dengan kelengkapan teknologi ini, kapal menjadi lebih efisien, aman, serta andal dalam menjalankan tugasnya.

“Kapal ini bukan hanya canggih secara medis, tetapi juga dirancang dengan mengusung sejumlah teknologi digital serta kemampuan desain agar tetap stabil berlayar dalam kondisi cuaca ekstrem,” ujar Kaharuddin.

Halaman:

Tags

Terkini