Kabar BUMN - PT Garam, yang berada di bawah naungan Holding Pangan ID Food, tunjukkan komitmennya dalam mendukung program strategis nasional pemerintah dalam swasembada garam dan hilirisasi industri soda ash.
Dengan stok garam mencapai 245 ribu ton, PT Garam siap memenuhi kebutuhan industri dalam negeri, khususnya di awal tahun 2025.
Selain itu, PT Garam juga tengah mempersiapkan langkah strategis untuk menyerap garam rakyat dengan kualitas tertentu guna memenuhi kebutuhan industri yang terus meningkat.
Baca Juga: Agar Lebih Menguntungkan, PT Garam Mendorong Revisi PP Guna Mempercepat Swasembada Garam Nasional
Dalam upaya mendukung program swasembada garam yang dicanangkan pemerintah, PT Garam telah mempersiapkan diri dengan terencana.
Corporate Secretary PT Garam Indra Kurniawan menyatakan, “Kami memiliki stok garam sebanyak 245 ribu ton yang siap diolah menjadi garam industri di pabrik-pabrik milik PT Garam.”
Menurutnya, ini adalah langkah awal PT Garam untuk memastikan ketersediaan garam industri di dalam negeri.
Baca Juga: Hasil Ketetapan RUPSLB, PT Garam Mengangkat Komisaris Dan Direksi Baru
Selain itu, PT Garam juga akan melakukan penyerapan garam rakyat dengan kualitas tertentu. Langkah ini diambil untuk mendukung petani garam lokal sekaligus memastikan pasokan garam industri tetap terjaga.
“Kami sedang dalam proses penghitungan nilai tonase penyerapan garam rakyat. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk mendukung petani garam lokal dan sekaligus memenuhi kebutuhan industri,” tambah Indra.
Tidak hanya fokus pada swasembada garam, PT Garam juga berkomitmen untuk mendukung program hilirisasi industri soda ash, yang merupakan salah satu program strategis nasional.
Baca Juga: Komitmen PT Garam Bagi Kesejahteraan Umat dan Pelestarian Aset Bersejarah
Untuk mewujudkannya, PT Garam telah mempersiapkan kerja sama strategis melalui Joint Venture dengan PT Pupuk Indonesia Pangan guna memenuhi kebutuhan bahan baku garam dalam produksi soda ash.
“Ini adalah langkah besar kami dalam mendukung hilirisasi industri soda ash di Indonesia,” jelas Indra.