Kabar BUMN - Perjalanan mudik Lebaran 2025 tak hanya menyentuh kota-kota besar seperti Jakarta atau Surabaya.
Kota Semarang juga mencatat lonjakan signifikan dalam jumlah pemudik yang keluar dan masuk melalui dua stasiun utamanya, yaitu Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng dan Stasiun Semarang Poncol.
Selama 19 hari masa Angkutan Lebaran, tercatat hampir setengah juta penumpang memadati kedua stasiun tersebut.
Baca Juga: LRT Jabodebek Temukan 156 Barang Tertinggal di Momen Lebaran 2025, Pengguna Diimbau Lebih Teliti
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa peran Semarang cukup penting dalam pergerakan masyarakat saat Lebaran.
“Kota Semarang yang merupakan Ibukota Provinsi Jawa Tengah bukan hanya kota tujuan bagi para pemudik, tapi juga banyak disinggahi oleh para perantau."
"Sehingga pada saat lebaran juga terjadi pergerakan masyarakat yang akan mudik ke kampung halamannya,” jelas Anne.
Baca Juga: PT Timah Terapkan SMKP Menyeluruh, Wujudkan Pertambangan yang Aman dan Berkelanjutan
Selama arus mudik yang berlangsung dari 21 Maret hingga 1 April 2025, sebanyak 152.288 penumpang tercatat berangkat dari dua stasiun besar di Semarang.
Di sisi lain, penumpang yang datang ke kota ini mencapai 126.286 orang.
Angka ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat baik yang kembali ke kampung halaman maupun yang datang ke Semarang selama masa libur.
Baca Juga: Kedai Kopi Berusia Puluhan Tahun di Surabaya, Tempat Bernostalgia dengan Rasa dan Kenangan Lama
Memasuki arus balik yang berlangsung dari 2 sampai 8 April 2025, jumlah penumpang yang kembali ke Semarang juga cukup tinggi.
"Dari data tersebut, selama tujuh hari periode arus balik rata-rata 17.357 penumpang tiba setiap harinya di Kota Semarang."