Beberapa contoh program yang sudah dilaksanakan mencakup UMKM Café Inklusi dan Bengkel Difabel di Rantau Field, Rumah Jahit Lestari di Wilayah Kerja Rokan, hingga This Ability – UMKM Disabilitas oleh PHE ONWJ.
Baca Juga: Produsen Permen Jahe dari Karanganyar Menembus Pasar Ekspor Setelah Dapat Dukungan BNI Xpora
Selain itu, ada pula pelatihan membatik untuk disabilitas di Tarakan Field, program Merajut Karya oleh Elnusa, serta Sekolah Tari Gratis Sahabat Istimewa di Bogor yang juga melibatkan Subprogram Kakak Asuh dan Difabel on Action dari Pertamina Internasional EP.
Berbagai kegiatan lain turut dijalankan, seperti pelibatan difabel dalam sistem tanggap bencana di Rantau Field, pelatihan menjahit dan pertanian di Prabumulih Field, hingga peningkatan layanan kesehatan untuk penyandang disabilitas di Aceh Tamiang.
Tidak ketinggalan program Pemberdayaan Teman Tuli di Subang Field dan pengembangan Kampung Seni Budaya Betawi di Tambun Field juga menjadi bagian dari inisiatif tersebut.
Program ini telah memberi dampak nyata: lebih dari Rp680 juta per tahun dalam peningkatan pendapatan kelompok, Rp11,4 juta penghematan ekonomi, 278 anak disabilitas mendapatkan akses pelatihan seni dan keterampilan hidup secara inklusif, terciptanya 7 kelompok usaha baru, dan 20 kolaborasi dengan berbagai pihak.
Semua pencapaian ini menunjukkan betapa pentingnya pendekatan inklusif dalam membangun masyarakat yang mandiri dan berkeadilan.
VP Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menyampaikan bahwa Program Sahabat Istimewa yang digagas oleh PHE merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Group yang berfokus pada isu keberagaman, kesetaraan, dan inklusi.
Baca Juga: BNI Perkuat Mitigasi Risiko Kredit Valas di Tengah Pelemahan Rupiah
“Melalui program Sahabat Istimewa dari PHE, Pertamina berharap dapat membuka kesempatan, membangun kemandirian dan meningkatkan perekonomian para penerima manfaat program,” ungkap Fadjar.
Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan, PHE juga menjalankan praktik bisnis yang berlandaskan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Komitmen terhadap integritas diwujudkan lewat implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dengan standar ISO 37001:2016.
PHE akan terus mendorong operasional hulu migas yang unggul dan bertanggung jawab secara sosial, baik di tingkat nasional maupun global.
***