trending

Komisi VI DPR RI Kawal Performa DEFEND ID, Tinjau Langsung ke Grha Pindad Bandung

Sabtu, 12 April 2025 | 21:45 WIB
Senjata-senjata PT Pindad.

 

Kabar BUMN - Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, menerima kunjungan kerja reses Komisi VI DPR RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua Andre Rosiade di Grha Pindad, Bandung.

Kunjungan yang berlangsung pada Rabu (9/4) lalu ini bertujuan untuk meninjau pengembangan ekosistem BUMN industri pertahanan, khususnya holding DEFEND ID.

Keegiatan ini turut dihadiri oleh Asdep Bidang Industri Manufaktur Kementerian BUMN Chairiah, Asdep Bidang Jasa Logistik Kementerian BUMN Desty Arlaini, serta jajaran Direksi holding DEFEND ID.

Baca Juga: BNN Jajaki Kolaborasi dengan PT Pindad, Bahas Dukungan Alpalhankam untuk Operasi Pemberantasan Narkoba

Di antaranya Direksi PT Len Industri (Persero), PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, PT Dahana, serta Direksi PT Pos Indonesia (Persero) dan PT KCIC.

Andre Rosiade menekankan pentingnya peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 50% dalam produk industri pertahanan, serta mendorong kemandirian alutsista nasional.

"Holding DEFEND ID yang beranggotakan 5 entitas BUMN diharapkan mampu meningkatkan TKDN menjadi 50% lebih, contohnya seperti MV3 Garuda Limousine,” jelas Andre.

Baca Juga: Rayakan Setengah Abad TMII, Yuk Meriahkan Pesta Rakyat Nusantara dan Nikmati Diskon Spesial!

Dalam kesempatan yang sama, turut diundang PT Pos Indonesia dan PT KCIC untuk membahas distribusi logistik dan transportasi pasca Lebaran

PT Pindad menyampaikan komitmennya dalam penguasaan teknologi dan pengembangan produk unggulan untuk mendukung target kemandirian industri pertahanan.

“Kami tentunya berkomitmen untuk terus berinovasi dalam pengembangan produk alutsista demi mewujudkan kemandirian nasional, sesuai dengan target penguasaan teknologi sampai dengan tahun 2029," tutur Sigit.

Baca Juga: Rekomendasi 6 Destinasi Wisata Indoor Seru di Malang untuk Liburan Keluarga

Holding DEFEND ID juga dilaporkan mengalami peningkatan kinerja signifikan hingga akhir 2024.

Halaman:

Tags

Terkini