trending

PLN EPI Luncurkan Sistem Digitalisasi Biomassa, Bangun Ekosistem Energi Bersih Berbasis Rakyat

Selasa, 15 April 2025 | 13:00 WIB
PLN EPI luncurkan sistem digitalisasi biomassa. (plnepi.co.id)

Kabar BUMN – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) melangkah agresif dalam memperluas pemanfaatan energi baru dan terbarukan dengan mengandalkan biomassa sebagai bahan bakar pendamping batubara di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Demi memastikan rantai pasok berjalan efisien, transparan, dan berkelanjutan, PLN EPI merancang sistem digitalisasi canggih untuk mendukung proses co-firing biomassa di seluruh jaringan PLTU.

Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Adi Lumakso, menyebut bahwa inovasi ini bukan sekadar soal teknologi, tetapi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk mendorong transformasi energi nasional.

Baca Juga: Perkuat Ketahanan Energi, PLN EPI Gandeng Pemprov NTT Kembangkan Biomassa

“Kita tidak sekadar meluncurkan aplikasi digital, tetapi membangun platform yang mampu memetakan, memantau, dan mengintegrasikan seluruh proses penyediaan biomassa secara efisien dan berkelanjutan,” kata Adi.

Biomassa dipilih karena lebih dekat dengan masyarakat dan berbasis usaha kerakyatan, berbeda dengan sumber energi primer seperti gas atau batu bara.

Untuk itu, PLN menerapkan pendekatan yang lebih humanistik dan memberdayakan komunitas lokal.

Baca Juga: Dukung Keberlanjutan Energi Maluku Utara, PLN EPI Pasok 350 Ton Cangkang Sawit ke PLTU Tidore via Laut

“Target kita adalah mampu menyuplai hingga 10 juta ton biomassa per tahun di tahun 2030.

"Ini harus kita wujudkan dengan membangun model bisnis dengan berkolaborasi dengan petani dan koperasi lokal,” ujarnya.

Aplikasi digital yang dikembangkan mencakup seluruh proses: dari pemetaan lahan, pelaporan aktivitas tanam dan panen, distribusi bahan baku, hingga biomassa siap pakai.

Baca Juga: PLN EPI Kolaborasi dengan EML Pasok Gas untuk Sistem Kelistrikan Madura

Dalam simulasi yang dilakukan bersama petani di Tasikmalaya, aplikasi ini dinilai ramah pengguna dan mendapatkan sambutan positif dari lapangan.

“Kami berharap aplikasi ini dapat memperluas keterlibatan masyarakat dalam ekonomi energi baru terbarukan, sekaligus mendukung program dekarbonisasi PLN secara masif dan terukur,” pungkas Adi.

Halaman:

Tags

Terkini