Kabar BUMN - PT INKA (Persero) meraih penghargaan dalam acara “Beritajatim Award 2025” yang berlangsung di Surabaya pada Rabu (23/4/2025).
Penghargaan yang diterima INKA dengan kategori Perusahaan Sektor Industri "Industri Strategis Menjangkau Dunia".
Senior Manager Humas dan Kantor Perwakilan PT INKA (Persero), Aisyah Murti menyampaikan, di kancah global pada tiga tahun terakhir, INKA telah membuktikan eksistensinya.
Baca Juga: Asli Buatan Dalam Negeri, Intip Penampakan Rangkaian KRL Karya INKA
Di level internasional, INKA sukses melakukan ekspor 262 unit Container Flat Top (CFT) Wagon ke UGL Rail Services Pty. Ltd., New Zealand pada Agustus 2023 dan tambahan 450 unit CFT Wagon di tahun 2024.
“Di tahun 2025, INKA kembali melanjutkan catatan ekspor dengan dilakukannya pengiriman 5 Locomotive Platform UGL Rail Service Pty. Ltd. ke Australia,” jelas Aisyah.
Pengiriman ke-5 lokomotif tersebut merupakan pengiriman pertama dari 50 unit lokomotif dalam kontrak kerja sama antara INKA dengan UGL Rail Service Pty. Ltd.
Baca Juga: 1 Train Set KRL Produksi INKA Tiba, KAI Commuter Siap Lakukan Uji Dinamis di Lintas Jabodetabek
“Di dalam negeri, proyek besar INKA yang sedang diproduksi antara lain, 612 kereta penumpang pesanan KAI, 16 trainset KRL (12 car per trainset) pesanan KAI Commuter,” jelas Aisyah.
Tak hanya dari sisi bisnis, melalui program TJSL INKA, pengembangan sumber daya manusia (SDM) juga dilakukan melalui program Pelatihan dan Magang Pengelasan untuk SMK Binaan yang dilaksanakan di tahun 2025.
Pra-kegiatan tersebut telah dilaksanakan bulan Maret 2025 lalu di PT INKA (Persero) Pabrik Banyuwangi, disamping memberikan bekal keterampilan kepada siswa SMK.
Baca Juga: KRL Buatan INKA Jalani Pengujian Lintas Jabodetabek Usai Sukses di Solo
Hal ini merupakan langkah mitigasi perusahaan untuk membantu pemenuhan SDM yang terlatih mulai siswa SMK masih aktif sekolah.
Sebagai informasi, Beritajatim Award diberikan untuk tokoh, lembaga, dan korporasi inspiratif yang terus berkontribusi di “Sektor Pangan, Energi, Industri, Demokrasi dan Pemberdayaan Ekonomi”.***