trending

Laba Bersih Melonjak Sepuluh Kali Lipat, ANTAM Group MIND ID Catat Kinerja Positif di Kuartal I 2025

Sabtu, 10 Mei 2025 | 20:00 WIB
Ilustrasi - ANTAM bukukan laba bersih Rp2,32 triliun di Q1 2025, naik 10 kali lipat. Kinerja emas, nikel, dan bauksit melonjak, fokus hilirisasi dan digitalisasi. (DOK. Antam)

"Kami juga optimistis bahwa dengan terus melakukan langkah-langkah perbaikan di seluruh lini bisnis, termasuk dalam penerapan tata kelola perusahaan yang baik, akan memberikan dampak positif terhadap kinerja seluruh anggota MIND ID.”

Baca Juga: Pertamina Terdepan dalam Kepatuhan Regulasi di Sekor Migas, Raih Predikat Perusahaan Terbaik

Penjualan Domestik Jadi Penopang Pertumbuhan

ANTAM mencatat total penjualan bersih sebesar Rp26,15 triliun sepanjang kuartal pertama 2025, meningkat 203% dibandingkan Rp8,62 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Penjualan domestik mendominasi dengan kontribusi sebesar 95% dari total pendapatan atau sebesar Rp24,83 triliun, mencerminkan keberhasilan ANTAM dalam memperkuat basis pelanggan di dalam negeri.

Baca Juga: Rayakan Long Weekend Waisak dengan Jelajah Wisata Magelang, Ini 5 Destinasi yang Wajib Dikunjungi

Komoditas emas menjadi kontributor utama pendapatan dengan nilai penjualan mencapai Rp21,61 triliun, naik 182% dan menyumbang 83% dari total penjualan.

Volume penjualan emas juga meningkat signifikan sebesar 93% menjadi 13.739 kg, didorong oleh peluncuran aplikasi ANTAM Logam Mulia yang mempermudah transaksi emas fisik secara digital.

Pertumbuhan Agresif Segmen Nikel dan Bauksit

Baca Juga: BRI Peduli Perkuat Akses Digital di Sekolah 3T, Dukung Pendidikan Berkualitas di Lombok Utara

Segmen nikel dan bauksit juga menunjukkan pertumbuhan yang impresif. Total penjualan nikel (feronikel dan bijih nikel) meningkat 581% menjadi Rp3,77 triliun.

Produksi feronikel tercatat sebesar 4.498 ton nikel dalam feronikel (TNi), sementara volume penjualan mencapai 4.839 TNi.

Produksi bijih nikel juga naik 221% menjadi 4,63 juta wet metric tons (wmt), sejalan dengan pertumbuhan penjualan bijih nikel sebesar 281% menjadi 3,83 juta wmt.

Baca Juga: PT Pindad Gandeng Perusahaan Asal Korea Selatan untuk Proyek Mobil Nasional dan Bus Listrik

Sementara itu, komoditas bauksit dan alumina mencatat penjualan sebesar Rp708,75 miliar, naik 102% dibandingkan kuartal pertama tahun lalu.

Halaman:

Tags

Terkini