"Melalui program PKT Karunia, Pupuk Kaltim ingin menunjukkan jika pendekatan inovatif dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan."
"Dimana UMKM diharap mulai menerapkan Sistem Manajemen K3 skala mikro, seperti SOP kerja tertulis, pencatatan insiden kerja, hingga pengawasan bahan kimia yang digunakan," tambah Irma.
Program ini juga mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kota Bontang. Kepala Bidang Industri DKUMPP Kota Bontang, Muhammad Ridwan, menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan misi menjadikan Bontang sebagai Kota Sehat yang berkelanjutan.
Menurutnya, pembekalan dari Pupuk Kaltim mencerminkan konsistensi perusahaan dalam memprioritaskan K3 di dunia usaha.
Baca Juga: Nikmati Rute Wisata Baru! DAMRI Layani Yogyakarta–Semarang via Borobudur Mulai Rp70 Ribu
"Pemkot Bontang sangat menyambut positif program ini, karena sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat komitmen Kota Bontang sebagai Kota Sehat yang berkelanjutan di Indonesia."
"Dimana aspek keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu indikator yang harus dipenuhi dalam aktivitas usaha," terang Ridwan.
Ia juga menegaskan pentingnya penerapan K3 oleh pelaku usaha, khususnya di sektor potensial seperti usaha resablon yang dapat berkembang menjadi UMKM unggulan di Bontang.
Baca Juga: Kesempatan Karier Bagi Perempuan! PT MUM Cari Kandidat Tangguh untuk Posisi Lapangan
"Kami harap ini menjadi perhatian pelaku usaha, dimana K3 penting untuk diterapkan dalam aktivitas, termasuk perhatian terhadap aspek lingkungan yang berkelanjutan," tambah Ridwan.
Salah satu pelaku usaha resablon, Rinto Kusnadi dari Ida Sablon, turut merasakan manfaat dari pembekalan ini. Ia menyebut edukasi dari Pupuk Kaltim memberikan wawasan baru yang langsung bisa diimplementasikan dalam usahanya.
"Kami selalu didukung Pupuk Kaltim dalam pengembangan usaha, dan kali ini kembali dibekali pengetahuan baru untuk memperkuat kapasitas usaha. Bekal ini sangat berharga untuk kami terapkan ke depannya," tutur Rinto. ***