Sepanjang kuartal I 2025, BNIdirect Supply Chain telah berhasil menyalurkan pembiayaan rantai pasok dengan nilai lebih dari Rp2,5 triliun.
Angka ini mencerminkan tingginya kepercayaan pelaku usaha terhadap solusi digital yang cepat, terintegrasi, dan adaptif terhadap kebutuhan pasar.
“Kami percaya, solusi berbasis teknologi seperti ini semakin relevan dengan kebutuhan pasar sekaligus memperkuat posisi BNI sebagai mitra strategis dunia usaha,” lanjut Agung.
Beberapa fitur utama dalam BNIdirect Supply Chain mencakup auto-financing, automatic payment and settlement, hingga push notification dan monitoring secara real-time.
Baca Juga: Waspada Penipuan! BNI Tidak Meminta Biaya dalam Bentuk Apapun Terkait Undian Rejeki wondr BNI
Seluruh proses dilakukan secara digital tanpa dokumen fisik (paperless), memberikan kenyamanan serta keamanan tinggi.
Agung juga menjelaskan bahwa BNI mengedepankan kemudahan akses dan keamanan sistem.
Nasabah dapat mengajukan pembiayaan kapan pun dan dari mana pun, didukung fitur seperti customized reports dan authorization matrix approval untuk memperkuat kontrol dalam setiap transaksi.
Baca Juga: BNI Catatkan Lonjakan Transaksi Nasabah Premium di Private Event BNI – Emirates Travel Fair 2025
Tidak hanya menyasar segmen korporasi, BNIdirect Supply Chain juga memberikan dukungan konkret bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi bagian dari rantai pasok perusahaan besar.
Proses pencairan dana yang cepat dan transparan membantu UMKM untuk lebih fokus dalam meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas layanan.
“Ke depan, BNIdirect akan dilengkapi fitur-fitur yang lebih cerdas dan terintegrasi, sehingga dapat menjadi mitra strategis dalam pengelolaan bisnis yang lebih efektif dan kompetitif,” tutup Agung.***