Proyek ini digagas oleh Yayasan Padma Sada Svargantara, bekerja sama dengan seniman nasional seperti Trie Utami, Purwa Tjaraka, dan Dewa Budjana.
Baca Juga: Masak Daging Kurban Jadi 6 Olahan Kambing yang Menggugah Selera, Simpan untuk Iduladha Nanti
2. Kekuatan dan Spiritualitas: Senjata Tradisional Nusantara dalam Relief Borobudur
Menyuguhkan 50 senjata dan pusaka yang berasal dari komunitas di Madura, Madiun, Karanganyar, serta koleksi Fadli Zon Library dan Padepokan Brojobuwono.
Ada pula artefak ritual Buddha dan arca Buddha Akshobhya yang memperkuat makna spiritual pameran ini.
Tak ketinggalan, artefak dari Sungai Musi, Palembang, turut ditampilkan sebagai simbol kesinambungan budaya sejak masa pembangunan Candi Borobudur.
“Pameran ini menunjukkan bahwa Borobudur adalah pusat kosmopolitanisme budaya yang sudah hadir sejak abad ke-8.
"Kita ingin menghidupkan kembali semangat interkoneksi budaya yang tercermin dalam relief candi ini,” ujar Fadli Zon.
Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari Dialog Budaya Indonesia–Prancis yang mengusung tema “Celebrating Diversity, Building Bridges”.
Forum ini mempertemukan pelaku budaya, seniman, dan pemangku kebijakan dari kedua negara untuk mempererat kerja sama kebudayaan berbasis warisan dan kolaborasi lintas generasi.***