trending

Transaksi Remitansi BSI Melesat, Perkuat Akses Keuangan Global untuk Pekerja Migran Indonesia

Kamis, 12 Juni 2025 | 20:00 WIB
Transaksi remitansi BSI meroket 15% dan capai Rp47 triliun per Mei 2025! (Dok. BSI)

Kabar BUMN - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memperluas layanan remitansi globalnya, kini hadir di 13 negara melalui 31 mitra.

Hingga Mei 2025, transaksi remitansi BSI melonjak 15% year-on-year dengan total 700 ribu transaksi dan volume mencapai Rp47 triliun.

Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, menyatakan kenaikan 20% dalam transaksi tahunan ini adalah bukti komitmen BSI menjangkau Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Baca Juga: Diskon 50% Tiket PELNI Masih Berlaku Sampai 31 Juli 2025, Dapatkan Promonya untuk Temani Libur Sekolahmu

Pertumbuhan ini didukung oleh skema bisnis Business to Business (B2B) dan Business to Customer (B2C), serta kolaborasi dengan KBRI/KJRI untuk edukasi keuangan syariah bagi PMI.

Transaksi tertinggi tercatat di Malaysia, Jepang, Korea Selatan, serta beberapa negara di Eropa dan Asia.

BSI juga terus mengoptimalkan ekspansi dan kerja sama remitansi.

Baca Juga: Liburan Sekolah Makin Hemat Bersama KAI! Nikmati Diskon 30 Persen di 53 KA Ekonomi Komersil Berikut

Sebagai informasi, mitra remitansi BSI tersebar di negara-negara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, Australia, New Zealand, UAE, Qatar, USA, UK, dan Kanada.

Selain itu, BSI juga aktif mengedukasi masyarakat mengenai literasi transaksi digital, seperti yang dibahas di 10DX Summit Indonesia 2025.

BSI mendorong modernisasi sistem perbankan dengan adopsi kecerdasan buatan atau AI, cloud computing, dan pembayaran digital untuk meningkatkan efisiensi dan pengalaman nasabah.

Baca Juga: Sukses Menghemat USD 31,37 Juta, Pertamina Drilling Raih Penghargaan Special Recognition di OPTIMUS AWARD

Nasabah di luar negeri juga dapat bertransaksi digital melalui BYOND by BSI, yang sudah tersedia di berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Jepang, Hong Kong, Korea Selatan, Brunei Darussalam, Australia, Saudi Arabia, dan UAE.***

Tags

Terkini