trending

BRI Perkuat Komitmen Keuangan Berkelanjutan, Pembiayaan Hijau Tembus Rp89,9 Triliun

Sabtu, 14 Juni 2025 | 19:00 WIB
Gedung BRI. (bri.co.id)

"BRI menjalankan peran penting dalam menyediakan pembiayaan bagi debitur untuk bertransisi ke praktik-praktik rendah karbon dan berkelanjutan, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam memperluas solusi pembiayaan hijau,” ujarnya.

Baca Juga: Perkuat Budaya Finansial yang Sehat dan Berkelanjutan, Jasa Raharja Gandeng BRI Gelar Literasi Keuangan

Sebagai bagian dari agenda ESG, BRI secara konsisten menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor yang memberi dampak positif bagi lingkungan, seperti energi terbarukan, pertanian ramah lingkungan, efisiensi energi, serta pengelolaan air dan limbah.

Di sisi internal, BRI juga terus memperkuat tata kelola keberlanjutan, sebagai respons atas meningkatnya tuntutan global terhadap praktik keuangan yang bertanggung jawab.

Dalam hal pendanaan, BRI mencatat total dana wholesale sebesar Rp111,79 triliun per kuartal I 2025, dengan 39,66% di antaranya berasal dari instrumen berbasis ESG.

Baca Juga: Di Tengah Ketidakpastian Global, BRI Torehkan Kinerja Positif Lewat Strategi CASA dan Transformasi Digital

Ini meliputi penerbitan Green Bond dalam tiga tahap dengan total nilai Rp13,5 triliun, serta sustainability-linked loan senilai USD 1 miliar.

Pinjaman tersebut menjadi yang pertama di sektor keuangan Asia dan ditujukan untuk memperkuat porsi pembiayaan mikro.

Sebagai bagian dari strategi adaptif dalam manajemen portofolio, BRI juga aktif menerbitkan surat utang berbasis inklusivitas, seperti Medium Term Notes dan Subordinated Bonds.

Baca Juga: Didukung KUR dan Pemberdayaan BRI, Pengusaha Wanita Sleman Sulap Kelor Jadi Aneka Olahan Pangan yang Digemari

Dana ini dialokasikan khusus untuk mendukung pelaku UMKM, korporasi ultra mikro, dan individu berpenghasilan rendah.

Melalui integrasi prinsip ESG dalam seluruh rantai nilai pembiayaan dan pendanaan, BRI terus mempertegas misinya sebagai bank dengan visi keberlanjutan yang komprehensif.

“Kami percaya bahwa kontribusi aktif terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) akan berdampak positif, tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga dalam memperkuat resiliensi ekonomi nasional,” pungkas Solichin.***

Halaman:

Tags

Terkini