Kabar BUMN - PT Timah menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian laut dan kesejahteraan nelayan dengan menenggelamkan 36 unit atraktor cumi di Perairan Buku Limau, Kabupaten Belitung Timur.
Kegiatan ini dilakukan bersama kelompok nelayan Pesisir Pulau Buku Limau pada pekan lalu.
Melalui program ini, PT Timah berharap atraktor cumi bisa menjadi tempat berkumpulnya cumi-cumi, sehingga nelayan dapat menangkapnya lebih mudah dan tanpa harus melaut terlalu jauh.
Baca Juga: Peluang Karier di Dunia Aviasi: PT GDPS Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan Psikologi
Yang menarik, sebelum ditenggelamkan, atraktor-atraktor tersebut dibuat bersama oleh nelayan setempat.
Cara ini tidak hanya mempercepat proses, tetapi juga memberi manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat sejak tahap awal.
“Kami senang dengan adanya penenggelaman atraktor cumi ini, kalau nanti ini berhasil setelah dimonitoring kami tidak perlu lagi jauh-jauh untuk menangkap cumi.
Baca Juga: Wamen Investasi Genjot Reformasi Regulasi Menuju Target Ekonomi 2029
"Selama ini kami harus melaut cukup jauh untuk bisa mendapatkan cumi,” ujar Amirudin, Ketua Kelompok Nelayan Pesisir Pulau Buku Limau.
Ia menambahkan bahwa semakin dekat lokasi penangkapan, semakin hemat biaya bahan bakar yang harus mereka keluarkan.
"Selama ini kami kalau melaut jauh, butuh bahan bakarnya banyak dan semakin hari semakin mahal.
Baca Juga: Perhutani Raih Penghargaan Bergengsi di Ajang 7th BUMN Brand Equity Awards 2025
"Tapi dengan adanya atraktor cumi yang ditenggelamkan dengan jarak yang cuma 1 mil ini tentu selain lebih dekat kami juga bisa menghemat bahan bakar," katanya.
Sementara itu, pemerintah desa pun memberikan apresiasi penuh terhadap program ini.