Sementara itu, Chief Operating Officer IIX Angela Ng menegaskan bahwa pemerintah memainkan peran krusial dalam mendorong adopsi orange bonds.
Baca Juga: PNM Ajak Nasabah Unggulan Belajar Inovasi Olahan Pisang Lewat Studi Banding di Lampung
Menurutnya, kehadiran obligasi ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan instrumen obligasi berkelanjutan yang telah diterbitkan pemerintah, melainkan untuk melengkapi upaya yang sudah berjalan.
Angela juga mengungkapkan potensi besar dari orange bond di masa depan.
"Dan memberdayakan 100 juta perempuan dan minoritas gender pada tahun 2030,” katanya.
Baca Juga: Bersama PNM, Ibu Nira Berdayakan Perempuan Lewat Baju Adat yang Kini Mendunia
"Ia menambahkan bahwa obligasi ini memiliki kapasitas untuk memobilisasi dana hingga 10 miliar dollar AS atau sekitar Rp160 triliun (dengan kurs Rp16.000 per dolar AS).
Setahun sejak diperkenalkan, realisasi penerbitan orange bond kini telah menjadi kenyataan.
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjadi entitas pertama yang menerbitkan instrumen ini di Indonesia, menandai babak baru dalam pendanaan inklusif dan transformasi keuangan berkelanjutan yang berorientasi pada kesetaraan gender.***