trending

Ribuan Umat Buddha Khusyuk Beribadah di Candi Borobudur, Rayakan ITC & Asalha Mahapuja 2025

Selasa, 8 Juli 2025 | 18:00 WIB
Ribuan umat Buddha dari berbagai negara larut dalam keheningan dan kedamaian di pelataran Candi Borobudur, merayakan Indonesia Tipitaka Chanting (ITC) dan Asalha Mahapuja 2025.

Kabar BUMN - Ribuan umat Buddha dari berbagai negara hadir dalam peringatan Indonesia Tipitaka Chanting (ITC) dan Asalha Mahapuja 2569 BE/2025 yang digelar di Candi Borobudur, Magelang, pada 4–6 Juli 2025 lalu.

Sekitar 2.007 peserta dari Indonesia, Thailand, Myanmar, Sri Lanka, hingga Amerika Serikat khusyuk mengikuti prosesi spiritual yang dipusatkan di Taman Lumbini.

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan pada Jumat (4/7), dilanjutkan pembacaan kitab suci Tipitaka.

Baca Juga: Waspada Sengatan Ubur-Ubur Saat Liburan ke Pantai, Simak Tips untuk Memberi Penanganan Pertama

Selain itu, dilakukan pendalaman ajaran dhamma selama tiga hari, dan diakhiri dengan prosesi Perjalanan Puja dari Candi Mendut ke Candi Borobudur.

Kegiatan ini mengangkat tema "Kebijaksanaan Dasar Keluhuran Bangsa".

Kepala Sangha Theravada Indonesia, Sri Pannavaro Mahathera, mengatakan bahwa perwujudan tema ini dimulai dari para pemimpin dan masyarakatnya, demi terwujudnya kedamaian dan keharmonisan.

Baca Juga: Telkom Perkuat Strategi Bisnis Berkelanjutan Lewat Implementasi ESG yang Konsisten

"Ia juga menegaskan bahwa terselenggaranya kegiatan ini bertujuan untuk kebahagiaan dan manfaat bagi banyak orang, terutama di tengah dunia yang kerap gaduh, retak oleh degradasi moral, dan kerusakan lingkungan," katanya.

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, juga mengajak umat menjadikan Asalha Mahapuja bukan sekadar seremoni, tetapi momen untuk memperkuat spiritualitas.

Ia menyebut ajaran Tipitaka relevan sebagai pegangan hidup di era teknologi dan kecerdasan buatan, dan menekankan pentingnya keseimbangan antara konsentrasi dan kontemplasi, sejalan dengan prinsip jalan tengah.

Baca Juga: BSI dan Mekari Bersinergi Bangun Layanan Keuangan Syariah Digital yang Terintegrasi dan Adaptif

“Kalau kita tidak punya dasar yang kuat, maka kita bisa terbawa arus entah ke mana. Makanya ajaran Theravada ini sangat penting untuk kita laksanakan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menyatakan bahwa kegiatan keagamaan ini tidak hanya memperkuat toleransi antarumat, tetapi juga menjadi bentuk pelestarian warisan sejarah bangsa.

Halaman:

Tags

Terkini