Ia juga menambahkan, “Program ini juga merupakan kontribusi nyata kami dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya pada aspek ketahanan energi serta penguatan ekonomi rakyat dan pelestarian sumber daya alam sebagai warisan generasi mendatang.”
Senior Manager PLN IP UBP Mrica, Nazrul Very Adhi, menjelaskan bahwa penanaman pohon aren merupakan strategi untuk menjaga daya tampung Waduk PB Sudirman dalam jangka panjang.
“Dari kajian kami, pohon aren ini dapat menurunkan potensi laju sedimentasi di wilayah tangkapan air yang rawan longsor dan erosi.
Ini sangat penting untuk menjaga sustainabilitas Waduk PB Sudirman sebagai tulang punggung pembangkit,” ungkap Nazrul.
Baca Juga: Buka Peluang Karier! Magang Analis Bisnis Unggas di PT Berdikari, Yuk Coba!
Ia menambahkan bahwa program ini juga memberikan pelatihan dan dukungan usaha bagi petani dan peternak agar lebih produktif dengan pendekatan ramah lingkungan.
Sementara itu, Manager Enjiniring PLN IP UBP Mrica, Dadan Ramdani, menyebut kekuatan utama Serayu Network ada pada pengembangan Kampung Ilmu yang mencakup empat pilar pertanian berkelanjutan, yaitu Peternakan, Bank Pakan, Bank Pupuk, dan Pembibitan.
“Bisa kita lihat di Serayu Network tanaman pakan ternak, kemudian pupuk, kambing dan unggas, kemudian dari segi pengelolaan media tanam juga kami ambil dari hasil sedimentasi yang ada di waduk."
"Jadi semuanya kita kelola secara sirkular dan harapannya bisa menimbulkan kemandirian masyarakat sekitar di pembangkit kami."
"Menjadi lebih berdaya, bernilai ekonomis, dan sesuai dengan semangat pemerintah agar ketahanan pangan di masyarakat bisa terus meningkat,” terang Dadan.
Ketua Pembina Serayu Network, Maman Fansyah, menyampaikan bahwa program ini bisa menjadi percontohan untuk kemandirian pangan lokal.
Baca Juga: Alternatif Transportasi Mudah ke Kawah Ijen Pakai Damri, Cuma Rp15 Ribu!
“Harapannya apa yang kami lakukan di Kampung Ilmu Serayu Network di tanah PLN Indonesia Power ini nanti bisa diaplikasikan di kecamatan-kecamatan."