Meski inovasi teknis menjadi keunggulan utama, Rekind memandang kolaborasi strategis sebagai elemen kunci yang tak terpisahkan dari pengembangan perusahaan.
Budi Adi Nugroho menjelaskan bahwa Rekind aktif menjalin sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari lembaga riset, perguruan tinggi, hingga pemerintah, dalam pengembangan teknologi energi baru dan terbarukan.
“Kami terlibat dalam riset pengembangan bahan bakar nabati, soil investigation, riset logam tanah jarang, hingga pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit.
"Semua ini demi menghasilkan solusi yang bukan hanya tepat guna, tetapi juga membawa manfaat luas bagi industri dan lingkungan,” papar Budi dengan penuh semangat.
Baca Juga: Ayo Magang BUMN di PT Rekayasa Industri, Terbuka untuk Corporate Planning & New Investment Division
Lebih jauh, prinsip sustainability menjadi pijakan utama dalam setiap tahapan proyek yang dikerjakan Rekind.
Sejak fase perencanaan hingga implementasi, perusahaan memastikan semua aktivitas memenuhi regulasi lingkungan, memperhitungkan emisi dan limbah, serta menerapkan teknologi ramah lingkungan sesuai standar internasional.
Tak kalah penting, Rekind menyadari bahwa keberhasilan proyek tidak lepas dari kualitas sumber daya manusia.
Baca Juga: PT Rekayasa Industri Borong Empat Penghargaan di METANOPIA 2024
Oleh karena itu, perusahaan selalu mengerahkan SDM terbaik di semua fase proyek—dari perencanaan, pelaksanaan, commissioning, hingga masa warranty.
Para profesional ini diperkaya dengan pelatihan, sertifikasi, pengalaman praktis, serta kerja sama intensif dengan tenaga ahli dari luar negeri.
Komunikasi yang intensif dengan pemilik proyek juga menjadi kunci strategi Rekind untuk memastikan seluruh aspek keberlanjutan berjalan sesuai harapan.
“Kami selalu berdialog untuk memastikan setiap aspek sustainability terakomodasi.