Rangkaian acara dimulai dengan seremoni di ruang auditorium Smart Green Learning Center (SGLC) UGM, dilanjutkan kunjungan ke demplot di Desa Bimomartani untuk melihat langsung implementasi kalium humat serta mendengarkan testimoni petani.
Baca Juga: Kementerian BUMN Buka Lowongan Magang untuk Mahasiswa DKV, Simak Kualifikasi Serta Cara Daftarnya
Setelah itu, peserta acara mengunjungi lokasi pilot alat produksi kalium humat guna menyaksikan proses produksi secara langsung.
Meningkatkan Produktivitas Pertanian dan Kesuburan Tanah
Sebagai pembenah tanah dan pupuk hayati, kalium humat berperan memperbaiki kesuburan tanah, meningkatkan produktivitas pertanian dan perkebunan, serta mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.
Baca Juga: Pertamina Umumkan 105 Peserta yang Lolos Seleksi Administrasi Energy Debate Championship PGTC 2025
Hasil uji coba awal menunjukkan bahwa penggunaan kalium humat dapat meningkatkan hasil panen hingga 30%, menjaga kesuburan tanah jangka panjang, serta menghemat penggunaan pupuk hingga 50%.
Produk ini merupakan hasil riset kolaboratif PTBA dan UGM yang bertujuan meningkatkan nilai tambah batu bara, sejalan dengan arahan hilirisasi dari pemerintah.
Apresiasi dari Berbagai Pihak
Baca Juga: Rasakan Sensasi Liburan Ala Private Beach di Pantai Blosok, Pacitan
Peluncuran proyek ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak.
Direktur Utama Holding Pertambangan MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menegaskan bahwa komoditas tambang memiliki potensi pemanfaatan yang lebih luas.
“Komoditas tambang bukan hanya untuk energi dan transportasi, melainkan juga untuk kebutuhan pangan melalui teknologi hilirisasi,” ujarnya.
Baca Juga: PT GDPS Kembali Buka Loker BUMN untuk Lulusan SMA Sederajat, Posisi Security di Jakarta Selatan
Hal senada disampaikan Direktur Pupuk Kementerian Pertanian RI, Jekvy Hendra, yang melihat kalium humat sebagai solusi untuk mendukung kedaulatan pangan.